Gawat! Pabrik Konveksi RI Mulai Rumahkan Karyawan-Jam Kerja Dikurangi

Gawat! Pabrik Konveksi RI Mulai Rumahkan Karyawan-Jam Kerja Dikurangi

Kenaikan biaya produksi mulai mengancam operasional usaha kecil dan menengah di sektor konveksi. Banyak perusahaan memperketat anggaran untuk mempertahankan keberlanjutan bisnis. “Sekarang sudah ada sekitar 30% efisiensi,” kata Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB), Nandi Herdiaman, kepada CNBC Indonesia di JiExpo, Rabu (15/4/2026).

Upaya efisiensi mencakup pengoptimalan berbagai aspek, termasuk penggunaan energi dan tenaga kerja. “Segala hal diefisienkan,” imbuhnya. Langkah ini mencerminkan tekanan yang dirasakan pelaku usaha, terutama di tengah meningkatnya biaya operasional.

“Karyawan sudah mulai dirumahkan sekitar 30%,” ungkap Nandi. Dampaknya signifikan, mengingat jumlah tenaga kerja di sektor ini sangat luas dan terdistribusi di berbagai wilayah. “Kalau dihitung, sudah ribuan tenaga kerja terdampak,” tegasnya.

Para pengusaha berupaya meminimalkan risiko pemutusan hubungan kerja permanen. “Belum sampai PHK, tapi jam kerja sudah dikurangi,” jelasnya. Penyesuaian ini diambil untuk menghadapi tekanan biaya yang terus menguat, sekaligus menjaga daya saing harga di pasar.

Kondisi ini membatasi ruang gerak industri, sehingga efisiensi menjadi prioritas. “Semua diatur agar usaha tetap berjalan,” pungkas Nandi. Dengan demikian, penyesuaian jam kerja dan pemangkasan anggaran menjadi strategi utama untuk bertahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *