Key Discussion: Datangi Kantor Bulog, Amran Tiba-Tiba Minta Maaf, Ada Apa?
Kunjungan Menteri Amran ke Kantor Bulog: Apresiasi dan Permintaan Maaf
Di Jakarta, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman berkunjung ke Kantor Pusat Perum Bulog pada hari Senin (13/4/2026). Ia tidak datang untuk memberikan kritik atau instruksi tajam, melainkan menyampaikan rasa terima kasih serta permintaan maaf kepada tim Bulog. Setelah rapat, Amran menjelaskan bahwa kunjungannya terkait dengan pencapaian stok pangan nasional yang dinilai sangat positif. Stok Bulog, menurutnya, telah mencapai 4,7 juta ton.
“Ini kunjungan untuk berterima kasih. Stok Bulog hari ini sebesar 4,7 juta ton, sangat bagus. Saya hanya datang berterima kasih dan minta maaf,” ujar Amran.
Amran menegaskan bahwa tindakannya berlandaskan kepentingan negara, bukan faktor pribadi. “Saya melakukan ini demi negara, bukan kepentingan pribadi. Sekali lagi, saya datang untuk meminta maaf,” tambahnya.
Penjelasan Bos Bulog Mengenai Alasan Permintaan Maaf
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan penjelasan tentang alasan Amran mengapresiasi dan meminta maaf. Ia menyatakan kunjungan itu mencerminkan rasa simpati Mentan terhadap upaya pegawai Bulog dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Beliau ke sini sebagai bentuk sayangnya kepada Bulog. Karena beliau sayang sama Bulog, beliau hadir di sini,” kata Rizal.
Rizal juga menjelaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari rapat evaluasi antara Bulog dan pemerintah. “Karena kebetulan kami mengundang beliau untuk mendapatkan laporan. Namanya rapat evaluasi, jadi kami harus melaporkan ke beliau,” ujarnya.
Peningkatan Beban Kerja Pegawai Bulog
Rizal menyoroti permintaan maaf Amran yang berkaitan dengan intensitas kerja pegawai Bulog. Ia menyebut para karyawan harus mengorbankan waktu bersama keluarga akibat beban tugas yang meningkat drastis.
“Sekalian, intinya beliau menyampaikan permohonan maaf karena kerja Bulog saat ini tak ada hari libur. Semuanya dalam kondisi gelap,” ujar Rizal.
Ia menambahkan, sebelumnya pegawai Bulog biasanya memanfaatkan akhir pekan untuk berkumpul dengan keluarga, namun kini sebagian waktunya digunakan untuk tugas dinas. “Kerja keras ini membawa hasil sesuai target yang ditetapkan pemerintah, baik tahun lalu maupun harapan tahun depan,” pungkas Rizal.