Key Strategy: RI Bakal Sulap 9 Juta Ton Batu Bara Jadi Gas, Segini Kapasitasnya

RI Bakal Sulap 9 Juta Ton Batu Bara Jadi Gas, Segini Kapasitasnya

Indonesia terus berupaya meningkatkan pengolahan batu bara menjadi produk energi berbasis gas. Salah satu upaya ini dilakukan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui proyek hilirisasi yang sedang dikembangkan. Perusahaan batu bara tersebut berencana mengubah sejumlah besar batu bara menjadi energi bernilai tambah.

Kapasitas Produksi SNG

Menurut Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, salah satu proyek utama adalah konversi batu bara menjadi Synthetic Natural Gas (SNG). Dalam proyek ini, perusahaan menyiapkan bahan baku sebanyak 9 juta ton. Tujuan dari pengembangan SNG adalah untuk menjamin pasokan gas, terutama di daerah Sumatra Selatan hingga Jawa Barat.

“Proyek ini tentunya bertujuan memberikan alternatif pasokan gas di wilayah Sumatra Selatan hingga Jawa Barat. Kebutuhan batu baranya mencapai 9 juta ton, dan hasilnya akan berupa kapasitas sebesar 237 BBTUD syngas,” jelas Arsal dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, seperti yang dikutip Rabu (15/4/2026).

Dalam skema kerjasama, PTBA akan membentuk joint venture dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). PGN juga akan bertindak sebagai off-taker penuh dari gas SNG yang dihasilkan. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan proyek konversi batu bara ke dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG impor.

Produksi DME dan Nilai Tambahan

Proyek DME diharapkan memiliki kapasitas sekitar 1,4 juta ton. Nilai tambah dari proyek ini diperkirakan mencapai 4,3 kali lipat. PTBA akan menjadi operator pabrik sekaligus penyuplai bahan baku, sementara Pertamina akan menyerap seluruh hasil produksi DME.

“Ini masih dalam proses, kami berjalan dengan Danantara. Semoga keekonomiannya nanti bisa membuat PTBA menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *