Latest Program: Breaking News: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Lebanon

Breaking News: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Lebanon

Kamis (16/4/2026) pukul 17.00 waktu setempat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan ini ditengahi oleh Washington, yang tengah berupaya mendinginkan situasi ketegangan antara kedua negara. Konflik antara Israel dan Hizbullah, yang didukung Iran, telah memanas sejak awal Maret.

Trump aktif terlibat dalam proses mediasi, dengan melakukan panggilan telepon ke Presiden Lebanon Joseph Aoun serta bertemu dua kali dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia juga menyatakan rencana mengundang kedua pemimpin tersebut ke Gedung Putih dalam satu hingga dua minggu mendatang. “Kesepahaman antara Lebanon dan Israel membuka peluang untuk menciptakan lingkungan damai jangka panjang,” tulis Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip Reuters.

“Lebanon dan Israel telah mencapai kesepahaman untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi perdamaian abadi,” kata Departemen Luar Negeri AS, seraya menegaskan kedua pihak setuju menghormati kedaulatan masing-masing serta membangun zona keamanan di perbatasan.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik permanen. Lebanon menyetujui rencana mengendalikan Hizbullah, yang selama ini menjadi aktor dominan dalam ketegangan wilayah tersebut. Sementara itu, Netanyahu menyatakan telah menyetujui jeda 10 hari dan melihat harapan untuk kesepakatan sejarah dengan Lebanon. Namun, ia menegaskan tidak akan menarik pasukan dari Lebanon Selatan, tetap mempertahankan zona keamanan hingga perbatasan Suriah.

Kelompok Hizbullah menolak gencatan senjata jika memungkinkan operasi militer Israel di wilayah Lebanon. Mereka menegaskan bahwa kehadiran tentara Israel tetap memberi hak kepada Lebanon dan rakyatnya untuk bertahan. Konflik memanas sejak 2 Maret, ketika Hizbullah meluncurkan serangan untuk dukung Iran, yang kemudian dibalas Israel. Sejak saat itu, lebih dari 2.100 warga Lebanon tewas, sementara sekitar 1,2 juta orang terpaksa mengungsi.

Secara bersamaan, serangan Hizbullah menewaskan dua warga sipil Israel dan 13 prajurit. Militer Israel telah menembus ke wilayah selatan Lebanon hingga Sungai Litani, menghancurkan sejumlah desa guna menciptakan “zona penyangga” yang melindungi wilayah utara dari ancaman Hizbullah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *