Latest Program: Israel Kembali ‘Kerasukan’, Ancam Kembalikan Iran ke Zaman Batu

Israel Kembali ‘Kerasukan’, Ancam Kembalikan Iran ke Zaman Batu

Dalam suasana penangguhan gencatan senjata dengan Iran yang diperpanjang tanpa batas waktu oleh Amerika Serikat (AS), Menteri Pertahanan Israel Israel Katz membuat pernyataan yang memicu kontroversi. Ia mengancam akan melakukan serangan terhadap Republik Islam Iran hingga negara tersebut kembali ke masa “Zaman Batu,” seperti diungkapkan dalam wawancara dengan Russia Today pada hari Kamis (23/04/2026).

Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Presiden AS Donald Trump memutuskan memperpanjang kesepakatan gencatan senjata dengan Teheran, menurutnya untuk memberi waktu bagi pembicaraan diplomatik. Meski demikian, blokade angkatan laut AS tetap berlaku di pelabuhan Iran. Katz menegaskan bahwa pasukan militer Israel siap mengambil tindakan agresif jika diberi instruksi oleh Washington.

“Israel siap untuk memperbarui perang melawan Iran. Kami sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei dan mengembalikan Iran ke Zaman Kegelapan dan Zaman Batu,” ujar Katz.

Rencana serangan tersebut diharapkan menargetkan fasilitas energi serta infrastruktur ekonomi Iran, yang akan membuat negara tersebut lumpuh total. Tindakan ini dianggap kelanjutan dari kampanye militer Israel-AS yang pada hari pertama telah mengakhiri kehidupan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dengan menggantinya oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

Trump Peringatkan Iran ke Zaman Batu

Trump sebelumnya memperkenalkan istilah “Zaman Batu” pada awal April sebagai ancaman terhadap Iran jika negara tersebut menolak tuntutan AS, seperti membuka kembali Selat Hormuz dan membatasi aktivitas nuklir. Ia menegaskan bahwa kekuatan AS mampu menghancurkan Iran dalam waktu singkat.

“Kami akan memukul Iran dengan sangat keras dan dapat membawa mereka kembali ke Zaman Batu dalam waktu dua hingga tiga minggu,” kata Trump.

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap mempertahankan sikap tegas. Duta Besar Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, menuduh Washington sengaja menghambat upaya perdamaian dengan menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan melakukan serangan saat proses negosiasi masih berlangsung. “Teheran tetap terbuka untuk diplomasi maupun pertempuran berkelanjutan,” tegas Jalali dalam wawancara pada hari Jumat.

Reaksi internal AS terhadap keterlibatan Washington dalam konflik ini menimbulkan perdebatan. Sejumlah politisi menyalahkan lobi pro-Israel yang kuat sebagai penyebab AS terjebak dalam perang. Namun, Trump dengan tegas mempertahankan kebijakannya, menekankan ancaman terhadap Iran sebagai langkah penting dalam kebijakan luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *