Latest Update: Data Bansos Warga RI di DTSEN Sudah 6 Kali Diperbarui, Begini Hasilnya

Data Bansos Warga RI di DTSEN Sudah 6 Kali Diperbarui, Begini Hasilnya

Perbaruan DTSEN Dilakukan BPS Sejak Februari 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan penggunaan ulang data DTSEN yang telah diperbarui sebanyak enam kali, mulai dari Februari 2025 hingga April 2026. Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengungkapkan bahwa proses pemutakhiran ini hanya mencakup 90% dari seluruh data yang berasal dari DTKS 2015 dan Regsosek 2022.

“Hingga 8 April lalu, data DTSEN telah diperbarui dan diserahkan oleh Kepala BPS kepada Menteri Sosial,” kata Sonny.

Dalam pemutakhiran terakhir, DTSEN mencakup 95,3 juta keluarga dan 289,3 juta record individu penduduk Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 17,51% dibandingkan data sebelumnya.

Komponen Data DTSEN dan Perubahan Signifikansi

DTSEN terdiri dari dua jenis record, yaitu data individu dan data keluarga. Namun, terdapat juga data yang mencakup individu serta keluarga yang tinggal di luar wilayah Indonesia. Selain itu, data individu yang sudah meninggal namun belum dikonfirmasi serta NIK ganda juga dimasukkan dalam pemutakhiran ini.

Pembaruan DTSEN mencakup berbagai pemeriksaan lapangan, seperti ground checking dari Kemensos, LPG, BPJS TK, BPJS Kesehatan PBI, serta data dari beberapa daerah seperti Gianyar, Surabaya, dan Halmahera Tengah.

Inclusion Error Ditemukan dalam Penerima Bansos

Dalam volume kedua DTSEN tahun 2026, BPS menemukan adanya kesalahan inclusion sebanyak 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada di Desil 5 ke atas. “Kesalahan ini terjadi karena sebagian data yang tidak lagi memenuhi kriteria tetapi masih tercatat,” jelas Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

“Total penerima bansos Triwulan I mencapai 18,15 juta keluarga, dan dari jumlah tersebut terdapat sekitar 0,06 persen yang mengalami inclusion error,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *