Special Plan: 4.796 Warga RI Lamar Loker di Proyek Tambak Udang Raksasa di NTT
4.796 Pendaftar Ikut Proyek Tambak Udang Terintegrasi di NTT
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menutup masa pendaftaran untuk rekrutmen tenaga SDM dalam proyek tambak udang terintegrasi yang berlokasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini merupakan bagian dari strategi KKP untuk memperkuat sektor perikanan budidaya nasional serta mendukung target ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi biru.
Data Pendaftar Menurut BPPSDM KP
Berdasarkan laporan dashboard pendaftaran yang dioperasikan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), tercatat sebanyak 4.796 orang mengikuti proses perekrutan. Pendaftaran dibuka sejak Februari 2026, dengan respons tinggi yang mencerminkan minat masyarakat terhadap peluang kerja di bidang kelautan dan perikanan, terutama untuk program berbasis kawasan.
“Antusiasme ini menunjukkan bahwa sektor kelautan dan perikanan semakin diminati sebagai ruang tumbuh ekonomi baru, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi pada pembangunan nasional,” ujar Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta dalam pernyataannya, dikutip pada Kamis (16/4/2026).
Dari sisi demografi, sebagian besar pendaftar berusia produktif, yakni 21-30 tahun, menunjukkan partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Sementara itu, latar belakang pendidikan peserta didominasi oleh lulusan SMA/sederajat dan sarjana (S1), menggambarkan kombinasi tenaga kerja yang siap dilatih dan terdidik.
Mayoritas pendaftar berasal dari Kabupaten Sumba Timur, sebagai lokasi utama proyek, dengan jumlah mencapai sekitar 73% dari total peserta. Meski demikian, pendaftar juga berasal dari daerah lain seperti Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Kota Kupang, serta beberapa wilayah NTT lainnya.
Tahapan Rekrutmen Selanjutnya
Langkah berikutnya mencakup seleksi kesehatan, wawancara, serta psikotes. Pengumuman final direncanakan pada 15 Juli 2026, sebagai bagian dari proses memastikan kesiapan SDM yang profesional dan kompeten dalam operasional tambak budidaya di Waingapu.
Proyek tambak udang ini dianggap sebagai inisiatif utama dalam meningkatkan produksi perikanan nasional berbasis kawasan, yang terpadu dengan penguatan SDM, teknologi, serta manajemen usaha. KKP optimis program ini akan menciptakan ekosistem budidaya yang produktif, berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan ekonomi daerah.
“Penguatan SDM menjadi fondasi utama untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing program budi daya nasional,” tegas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya.