Meeting Results: IMF-WB Minta Purbaya Jangan Kebanyakan Kasih Subsidi, Dijawab Begini
IMF dan Bank Dunia Minta Purbaya Batasi Subsidi, Pemerintah Jawab dengan Penjelasan
Pada pertemuan Spring Meeting IMF-World Bank di Gedung Juandal I Kementerian Keuangan, Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan telah dihimpun pertanyaan dari berbagai lembaga global. Mereka menyarankan agar subsidi yang diberikan kepada rakyat tidak diberikan secara berlebihan, terutama untuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Purbaya menyatakan bahwa pesan utama dari lembaga internasional tersebut sama, yaitu mengingatkan agar subsidi tidak menguras anggaran negara. Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih mampu menjaga harga BBM dalam negeri terkendali meskipun harga minyak mentah global sedang mengalami fluktuasi akibat konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Penjelasan tentang Subsidi BBM
Menanggapi sarapan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan subsidi secara meluas. Ia menegaskan bahwa subsidi BBM hanya diberikan untuk jenis tertentu, yaitu Pertalite dan Solar.
“Kita tidak berlebihan dalam memberikan subsidi, karena hanya fokus pada dua jenis BBM. Yang lain biarkan bergerak bebas di pasar,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menjamin kepada para lembaga internasional bahwa Indonesia memiliki lapisan pertahanan keuangan yang kuat. Hal ini bertujuan untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak melebihi ambang 3% Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut Purbaya, lapisan pertahanan ini berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL), yang bisa dijadikan cadangan untuk situasi darurat. Meski ia mengakui SAL dianggap konyol karena menyimpan uang tunai pemerintah dalam kondisi tidak aktif, namun SAL sangat berguna dalam kondisi krisis.