New Policy: Iran Umumkan Selat Hormuz Tutup Lagi, Tak Ada Ampun Buat AS

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Tegakkan Hukum Terhadap AS

Jakarta — Hanya dalam waktu singkat setelah Iran mengumumkan pembukaan sepenuhnya Selat Hormuz, kondisi kembali berubah. Menurut laporan The Guardian, pemerintah Iran menyatakan bahwa kembali ke situasi semula karena tekanan blokade dari Amerika Serikat. Pernyataan ini merujuk pada perselisihan yang belum terselesaikan antara Teheran dan Washington terkait pembatasan navigasi kapal-kapal Iran di perairan strategis tersebut.

Kendali Selat Hormuz Dikuasai Militer Iran

Dalam pernyataan resmi yang dimuat media lokal, komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, menggambarkan tindakan blokade AS sebagai “pembajakan”. “Karena alasan ini, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi awal, dan jalur perairan kritis ini kini dikelola secara ketat oleh pasukan bersenjata,” ujarnya, seperti dilansir The Guardian. Ia menegaskan bahwa kontrol akan terus dipertahankan hingga AS memperbolehkan kapal Iran bebas berlayar ke berbagai arah.

“Sampai AS mengembalikan akses penuh bagi kapal Iran ke semua tujuan dan sebaliknya, situasi di Selat Hormuz akan tetap dipantau secara ketat,” tambah pernyataan tersebut.

Pengumuman ini memunculkan kebingungan mengenai status jalur utama yang mengangkut seperlima pasokan minyak global. Jumat (17/4) lalu, Iran dan Presiden Donald Trump menyebut bahwa Selat Hormuz sudah dibuka kembali, namun Trump menegaskan bahwa blokade AS tetap berlaku hingga Teheran mencapai kesepakatan dengan Washington, termasuk soal program nuklirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *