New Policy: Sederet Ramalan Ekonomi RI di 2026 dari IMF, Bank Dunia & ADB
Sederet Ramalan Ekonomi RI di 2026 dari IMF, Bank Dunia & ADB
Tiga lembaga internasional mengeluarkan proyeksi ekonomi terbaru untuk Indonesia tahun 2026, tengah menghadapi tekanan akibat konflik Timur Tengah. Proyeksi ini bervariasi secara signifikan, dengan perbedaan yang mencolok antara setiap institusi. Pertama, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7%, turun dari proyeksi sebelumnya 5% yang dirilis Januari 2026.
Bank Dunia: Pertumbuhan Ekonomi Regional Melambat
Dalam dokumen East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) akan melambat akibat dampak eksternal. Proyeksi untuk 2026 menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,2%, dibandingkan 5% pada tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan regional diproyeksikan turun menjadi 4,2% pada 2026 dari 5,0% pada 2025, karena gangguan energi akibat konflik Timur Tengah memperburuk efek peningkatan hambatan perdagangan, ketidakpastian kebijakan global, serta kesulitan domestik,” tutur Carlos Felipe Jaramillo, Wakil Presiden Bank Dunia untuk EAP.
ADB: Pemulihan Ekonomi Indonesia Masih Berlanjut
Di sisi lain, ADB memperbaiki proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2% pada 2026, meningkat dari 5,1% dalam ADO edisi Desember 2025. Lembaga ini juga memperkirakan laju pertumbuhan tetap stabil di sekitar 5,2% pada 2027, meski terdampak konflik Timur Tengah dan ketidakpastian perdagangan yang berkelanjutan.
“Konflik berkepanjangan di Timur Tengah menjadi ancaman utama bagi proyeksi kawasan ini, karena bisa memperpanjang tekanan harga energi dan pangan, serta memperketat kondisi keuangan,” ujar Albert Park, Kepala Ekonom ADB.
IMF: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diperkirakan 5,0%
Dalam World Economic Outlook edisi April 2026, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,0% pada 2026, sedikit lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5,1%. Meski angka ini menurun, pertumbuhan Indonesia tetap dianggap stabil di tengah perubahan geopolitik, kenaikan harga energi, dan volatilitas pasar keuangan global.
Perbedaan Proyeksi dan Pandangan Ekonomi
Perbedaan proyeksi antara tiga lembaga ini mencerminkan pandangan yang beragam mengenai dampak konflik Timur Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi. Bank Dunia menekankan perlambatan regional, sementara ADB optimis mengenai kemampuan Indonesia untuk tetap tumbuh. IMF, di sisi lain, mempertahankan proyeksi yang relatif stabil, menunjukkan keyakinan bahwa ekonomi Indonesia bisa bertahan meski di tengah tantangan global.