Key Strategy: Mendagri: Ruang hijau dan walkable city jadi solusi biaya kesehatan

Mendagri: Ruang Hijau dan Walkable City Jadi Solusi Biaya Kesehatan

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyoroti pentingnya perencanaan kota yang mengedepankan aspek kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa pengembangan ruang hijau serta promosi kota ramah pejalan kaki (walkable city) dapat membantu mengurangi beban biaya kesehatan jangka panjang. “Ruang hijau yang cukup, seperti taman dan jalur pejalan kaki, lebih efektif daripada subsidi yang diberikan kepada masyarakat yang mengalami penyakit,” jelas Tito dalam pernyataannya, Rabu.

Mendagri mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi segera, tetapi juga perlu memperhatikan dampak terhadap kesehatan dan kualitas hidup penduduk. Menurutnya, konsep walkable city mendorong pembentukan ruang kota yang nyaman untuk aktivitas fisik, interaksi sosial, dan kegiatan lainnya. Dengan pendekatan ini, kota bisa meningkatkan kesehatan warga sekaligus produktivitas mereka.

Pembangunan Bandara Banyuwangi Sebagai Contoh

Sebagai ilustrasi, Mendagri menyebut proyek pembangunan Bandara Banyuwangi yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. Proyek ini berusaha memaksimalkan ventilasi alami dan mengurangi ketergantungan pada pendingin udara. “Komitmen terhadap konsep ini menunjukkan pentingnya kebijakan yang konsisten dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

“Jangan sampai semuanya di-convert menjadi daerah komersial semua. Permukiman semua. Kalau itu di-convert menjadi permukiman … semua, maka yang terjadi nanti, satu, ruang hijaunya untuk bantalannya enggak ada. Tiba-tiba apa? Banjir,”

Mendagri juga menekankan perlunya keseimbangan dalam penggunaan ruang kota. Ia mengajak pemerintah daerah untuk mempertahankan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari sistem penyangga lingkungan. Tanpa pengelolaan yang tepat, risiko seperti penyempitan sungai dan banjir bisa meningkat. Selain itu, ruang hijau memiliki peran penting sebagai penyerap air dan penopang ekosistem.

Dalam kesimpulannya, Mendagri mengajak kepala daerah memandang kota sebagai ruang hidup yang mendorong kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Kota tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga harus berfungsi sebagai penunjang kesehatan dan kualitas hidup warganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *