Latest Update: MenPANRB tekankan pentingnya kompetensi digital bagi Praja IPDN
MenPANRB Tekankan Pentingnya Kompetensi Digital Bagi Praja IPDN
Di Jakarta, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini memberikan pesan kepada para calon pegawai negeri sipil (ASN) yang akan menjadi anggota Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026. Ia menekankan bahwa kemampuan digital menjadi elemen kunci dalam pengembangan Praja Utama. Menurut Rini, para praja nantinya akan ditempatkan di berbagai wilayah, sehingga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
Dalam pidatonya, Rini menyebutkan bahwa kompetensi digital sekarang tidak hanya berupa disiplin dan ketegasan, tetapi juga kemampuan untuk memahami kebutuhan warga serta memimpin berbasis data. Ia menyampaikan pesan tersebut saat memberikan pembekalan di Kampus IPDN, Sumedang, Jumat lalu.
Empat Kompetensi Digital yang Ditekankan
MenPANRB mengungkapkan bahwa lima aspek digital perlu dikembangkan oleh praja IPDN. Pertama, kemampuan mengenali potensi teknologi digital dalam memperbaiki layanan publik, termasuk mampu mengidentifikasi kebutuhan teknologi di instansi kerja. Kedua, praja harus memahami karakteristik masyarakat sebagai pengguna layanan, sehingga kebutuhan warga menjadi dasar dalam merancang perbaikan.
Ketiga, kemampuan berkolaborasi secara iteratif diperlukan, yaitu bersedia bekerja lintas sektor dan terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Keempat, menjadi ASN yang dapat dipercaya dengan menjaga etika data, privasi warga, serta aspek keamanan siber. Kelima, kemampuan memimpin berbasis data, di mana keputusan diambil dari bukti dan analisis, bukan hanya intuisi.
“Kompetensi digital dan penguasaan data belum merata. Teknologi seperti kecerdasan buatan, komputasi awan, dan keamanan siber masih perlu ditingkatkan, sementara percepatan adaptasi teknologi dalam birokrasi tidak bisa ditunda,” ujarnya.
Rini menilai Praja IPDN memiliki kekuatan khas, seperti karakter kepemimpinan, disiplin, pemahaman administrasi pemerintahan, wawasan daerah, jaringan alumni, serta kurikulum yang relevan dengan kondisi lapangan. Namun, ia menegaskan bahwa masih ada ruang untuk diperkuat, terutama dalam penguasaan teknologi dan literasi digital.