Main Agenda: Kemendagri siapkan program perumahan di wilayah perbatasan
Kemendagri Siapkan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
Jakarta – Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri, mengadakan rapat untuk membahas persiapan pelaksanaan program perumahan di wilayah perbatasan. Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman dan seluruh jajaran BNPP.
“Ini Pak Ara (Menteri PKP Maruarar Sirait) sudah menyampaikan 15.000, tadinya 10.000, ini (dinaikkan menjadi) 15.000. Kemudian, tugas daripada BNPP, ini saya minta, tangkap betul program ini. Ini betul-betul kerjakan dengan hati,”
Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, Mendagri meminta BNPP untuk melakukan pemetaan daerah perbatasan yang layak dijadikan lokasi program perumahan tersebut. Pemetaan ini mencakup jumlah unit yang akan diperbaiki di setiap wilayah. Selain itu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengimplementasikan program.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kualitas 15.000 unit RTLH di kawasan perbatasan. Mendagri mengimbau agar program ini dikerjakan secara teliti dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Untuk mendapatkan data detail tentang masyarakat yang akan menerima manfaat, BNPP dapat bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Mendagri, BPS telah menyiapkan informasi tentang kondisi sosial dan ekonomi, termasuk rumah yang tidak layak huni. Data ini akan membantu menjadikan program lebih tepat sasaran sesuai kriteria.
“Karena (BPS) sudah melakukan survei, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),”
Mendagri yakin program ini akan meningkatkan kesejahteraan warga perbatasan. Selain itu, ia menilai bahwa masyarakat di wilayah tersebut akan menjadi garda depan dalam menjaga keutuhan negara. Dengan peningkatan kualitas perumahan, nasionalisme diharapkan semakin tumbuh.
Dalam wawancara, ia menjelaskan bahwa perumahan yang baik bisa berfungsi sebagai zona penyangga untuk pertahanan. “Nasionalisme, mereka akan timbul. Itu (akan menjadi) buffer zone untuk pertahanan,”