New Policy: Wakil Ketua MPR nilai situasi mulai aman usai Prabowo bertemu Putin
Wakil Ketua MPR nilai situasi mulai aman usai Prabowo bertemu Putin
Di Jakarta, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyatakan bahwa masalah energi Indonesia kini berada dalam fase stabil setelah pertemuan Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu yang lalu. Menurut Eddy, upaya diplomatik Prabowo berhasil membuka diskusi pembelian minyak mentah dan gas dari Rusia. Ia menilai hal ini menjadi kabar baik bagi negara.
“Dengan adanya pasokan energi yang dapat dipastikan, kita bisa menganggap situasi kini lebih aman. Semoga kondisi ini terus dipertahankan,” tambahnya saat di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Eddy menjelaskan bahwa gangguan dinamika energi global menciptakan kondisi pasar penjual. Dalam situasi ini, negara yang memiliki cadangan minyak diberi keleluasaan menentukan harga, volume, serta mitra penjualan. “Ini berarti kita tidak perlu cemas jika suatu saat kendaraan bermotor, kapal laut, atau kereta api mengalami gangguan operasional,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah telah menunjukkan komitmen dalam menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan harga yang terjangkau. Contohnya, pemerintah memilih tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. “Termasuk BBM untuk kendaraan umum maupun kebutuhan rumah tangga seperti LPG 3 kg. Ini adalah langkah bijak untuk melindungi kemampuan beli masyarakat,” jelasnya.
Langkah Penguatan Kerja Sama dengan Rusia
Sebelumnya, Prabowo Subianto dan Vladimir Putin sepakat memperkuat kerja sama di berbagai bidang seperti ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi. Dalam pertemuan di Moskow, Senin (13/4), Presiden mengatakan bahwa Rusia berperan penting dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk berdiskusi bagaimana menghadapi tantangan masa depan.