Special Plan: MPR apresiasi langkah Prabowo evaluasi MBG agar lebih tepat sasaran
MPR Apresiasi Langkah Prabowo Evaluasi MBG agar Lebih Tepat Sasaran
Jakarta – Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI, menyambut baik kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran bagi anak-anak yang benar-benar memerlukan. Menurutnya, evaluasi MBG yang dilakukan oleh Presiden dinilai tepat karena dalam kondisi ruang anggaran yang ketat, efisiensi menjadi faktor penting untuk alokasi dana yang optimal.
“Sejak memasuki masa pemerintahan, Presiden Prabowo telah menjalankan prinsip ‘no one is left behind’ secara konsisten, terutama untuk masyarakat yang ekonominya rentan dan paling membutuhkan,” tambah Eddy dalam wawancara di Jakarta, Sabtu.
Lebih lanjut, Eddy menyatakan bahwa fokus Presiden pada MBG untuk anak-anak yang paling membutuhkan mencerminkan komitmen pemerintah terhadap prinsip keadilan sosial. Dengan pendekatan ini, kebijakan publik diarahkan agar dapat mencapai kelompok masyarakat yang paling rentan lebih dulu.
Keputusan ini menunjukkan respons pemerintah yang cepat terhadap kondisi nyata di lapangan. Prioritas untuk daerah-daerah yang membutuhkan MBG menjadi bentuk nyata dari kebijakan berbasis kebutuhan di wilayah yang rentan gizi maupun kemiskinan, ujarnya.
Eddy juga menekankan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan sangat vital untuk meningkatkan efektivitas MBG, khususnya dalam mengurangi angka stunting, memperbaiki kualitas gizi anak, dan mendorong pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Kami berharap distribusi MBG di masa mendatang berlandaskan data yang akurat, sehingga penerima yang layak dapat memperoleh asupan gizi sesuai yang disediakan pemerintah,” ujarnya.
Eddy mengingatkan bahwa pelaksanaan program ini perlu diawasi secara ketat, karena adanya keluhan terkait kualitas dan porsi makanan MBG yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN. Selama kunjungan ke berbagai daerah, tim kami mendapat masukan bahwa SPPG masih belum optimal dalam menjalankan fungsinya, terutama dalam hal pengurangan volume atau kualitas makanan yang seharusnya