New Policy: Asia Ramai-Ramai Taklukkan Dolar, Rupiah Menangis Sendiri

Asia Ramai-Ramai Taklukkan Dolar, Rupiah Menangis Sendiri

Kondisi Valuta Asing di Asia Tengah

Pada akhir pekan ini, mata uang Asia secara umum menguat. Namun, rupiah Indonesia justru mengalami pelemahan. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di bawah tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (17/4/2026), menandai penurunan mingguan sebesar 0,32% ke level Rp17.180/US$. Angka ini mencerminkan penutupan terlemah sepanjang masa bagi rupiah.

Kondisi tersebut semakin memperjelas kecenderungan rupiah mendekati level Rp17.200/US$, yang dianggap sebagai titik psikologis kritis. Selama pekan ini, rupiah mengalami penurunan total 0,56%, dengan faktor eksternal utama berupa penguatan dolar AS di pasar global yang terus menekan mata uang negara-negara lain.

“Tekanan terhadap rupiah berasal dari berbagai sisi: aliran keluar modal dari obligasi Indonesia, keterbatasan cadangan devisa bank sentral, serta kenyataan bahwa negara ini menjadi eksportir energi bersih di tengah ketidakpastian geopolitik,” ungkap Glenn Yin, direktur riset di ACCM, seperti dilaporkan Reuters.

Kinerja Rupiah dan Analisis Ekonomi

Rupiah sempat kembali membaik setelah mengalami tekanan signifikan di awal April. Menurut seorang penjual valas di bank asing, dalam jangka pendek, rupiah diperkirakan bergerak di rentang 92,50-94 per dolar AS karena kebijakan bank sentral berhasil mengurangi tekanan pelemahan.

Sejak kebijakan pertama diumumkan pada 27 Maret, rupiah telah menguat sekitar 2% dan kini menjadi mata uang dengan performa kedua terbaik di antara mata uang utama Asia dalam periode tersebut. Namun, selama 2026 hingga kini, rupiah masih berada di posisi terlemah karena investor tetap memantau risiko kekurangan aliran modal dan tekanan harga energi.

“India, Filipina, dan Indonesia memiliki bantalan ekonomi yang lebih tipis serta sensitivitas tinggi terhadap biaya impor energi,” tulis analis ING dalam laporan terbarunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *