Latest Program: KA Brumbung Cargo Hadir sebagai Alternatif Logistik Nasional yang Lebih Efisien

KA Brumbung Cargo Hadir sebagai Alternatif Logistik Nasional yang Lebih Efisien

Jakarta – KAI terus meningkatkan peran logistik dalam memastikan kegiatan ekonomi tetap berjalan optimal. Sepanjang Triwulan I 2026, perseroan mencatat kuantitas peti kemas yang diangkut mencapai 1.371.036 ton, naik dari 1.196.600 ton di Triwulan I 2025. Kenaikan ini menggambarkan pergeseran sistem distribusi yang semakin mengoptimalkan penggunaan transportasi rel. Pertumbuhan ini selaras dengan upaya KAI dalam memperluas jaringan logistik.

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, KAI meluncurkan KA Brumbung Cargo, yang menghubungkan Stasiun Brumbung di Demak dengan Stasiun Pasoso di Jakarta. Layanan ini dirancang untuk menyediakan opsi pengangkutan yang lebih terjadwal dan efisien bagi perusahaan. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pertumbuhan volume peti kemas menjadi indikasi kuat bahwa pelanggan semakin percaya pada layanan logistik berbasis kereta api.

“Pertumbuhan ini membuktikan bahwa kereta api menjadi bagian penting dari rantai distribusi. Waktu pengiriman bisa direncanakan lebih pasti, karena durasi perjalanan terjaga,” kata Anne.

KA Brumbung Cargo juga memperkuat konektivitas logistik di Pulau Jawa. Rangkaian 20 gerbong yang digunakan mampu mengangkut hingga 800 ton barang dalam satu perjalanan, dengan frekuensi dua hari sekali. Layanan ini menjangkau berbagai jenis barang, sehingga memberi fleksibilitas bagi pelaku usaha.

Stasiun Brumbung dipilih sebagai titik awal karena lokasinya yang strategis serta potensi permintaan di Jawa Tengah. Jalur ini menghubungkan area produksi dengan pusat distribusi di Jakarta, mempercepat alur logistik antarkota. Di Daop 4 Semarang, kinerja angkutan barang juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Durasi Triwulan I 2026 mencatat angkutan peti kemas sebesar 58.770 ton, naik 16% dibandingkan 50.459 ton pada tahun sebelumnya. Angkutan BHP mencapai 693 ton atau kenaikan 31%, sementara jenis lainnya tumbuh 122% menjadi 11.020 ton. Angkutan parcel tercatat 1.137 ton, menyesuaikan kebutuhan distribusi yang dinamis.

Kinerja operasional Daop 4 Semarang tetap stabil, dengan ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,26% dan kedatangan 97,85%. Secara nasional, angka keberangkatan 95,97% dan kedatangan 91,77% pada Triwulan I 2026, meningkat dari 95,89% dan 87,04% di tahun 2025. Capaian ini memastikan distribusi barang berjalan konsisten.

“Penggunaan kereta api dalam logistik membawa manfaat lebih luas, mulai dari penghematan biaya hingga kelancaran distribusi di berbagai wilayah,” tambah Anne.

KAI terus menyesuaikan layanannya dengan kebutuhan distribusi. Evaluasi berkelanjutan dilakukan dengan memperhatikan aspirasi pelanggan dan tren logistik. Tujuannya adalah menjadikan kereta api sebagai solusi logistik yang semakin relevan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *