Key Strategy: Xiaomi-Oppo-Vivo Minggir, Merek China Ini Mendadak Ramai Diserbu
Xiaomi-Oppo-Vivo Minggir, Merek China Ini Mendadak Ramai Diserbu
Kuartal pertama tahun 2026 mengalami penurunan penjualan smartphone global, dipengaruhi oleh kelangkaan chip memori yang memicu kenaikan harga komponen. Dua lembaga riset, IDC dan Counterpoint, mencatatkan angka penurunan berbeda. IDC melaporkan penurunan sebesar 4,1% YoY, sementara Counterpoint mencatatkan penurunan lebih dalam, mencapai 6% YoY.
Di antara lima merek paling dominan, Xiaomi, Oppo, dan vivo mengalami penurunan terbesar. Berdasarkan data IDC, Xiaomi turun 19,1% YoY, Oppo merosot 9,9% YoY, dan vivo mengalami penurunan 6,8% YoY. Dalam laporan Counterpoint, angka penurunan Xiaomi sedikit lebih rendah, yaitu 19% YoY, Oppo 4% YoY, dan vivo 2% YoY.
Sementara itu, Honor, produsen asal Tiongkok, mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara merek-merek Top 10. Menurut IDC, peningkatan mencapai 24% YoY. Counterpoint menyebutkan pertumbuhan Honor mencapai 25% YoY, dengan kontribusi signifikan dari ekspansi global dan produk yang disesuaikan dengan pasar.
Perkembangan Lain di Pasar Global
Berbagai merek seperti Lenovo (Motorola) dan Huawei juga menunjukkan peningkatan penjualan yang signifikan. Di samping itu, Nothing dan Google berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 25% YoY dan 14% YoY masing-masing. Counterpoint menyoroti peran Nothing, yang baru diluncurkan, dalam mendapatkan respons positif dari konsumen.
“Nothing (4a) yang baru diluncurkan mendapat respons konsumen yang sangat baik dan makin mempercepat pertumbuhan merek tersebut,” tulis Counterpoint.
Samsung dan Apple tetap mempertahankan dominasi mereka di pasar smartphone global. Dalam laporan IDC, Samsung mencatat penjualan 62,8 juta unit, tumbuh 3,6% YoY. Sementara Apple menempati peringkat pertama dengan pangsa pasar 21% dan pertumbuhan 5% YoY. Keunggulan Apple terletak pada fokusnya pada segmen ultra-premium, dengan rantai pasok yang terintegrasi.