Latest Update: Modus Telepon Hening Kuras Rekening, Kenali Ciri Modus Penipuan Baru
Modus Telepon Hening Kuras Rekening, Kenali Ciri Modus Penipuan Baru
Kota Tangerang menjadi salah satu lokasi yang diingatkan oleh pihak berwenang terkait kejahatan baru berupa teknik telepon hening. Modus ini memanfaatkan kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengkloning suara korban dan menipu orang-orang terdekat mereka. Penipuan ini berlangsung dengan cara menunggu korban memberikan suara saat menerima panggilan dari nomor asing.
“Kami mendorong warga Kota Tangerang untuk lebih waspada. Keheningan saat kita mengangkat telepon dari nomor tak dikenal bukan hanya gangguan jaringan, tetapi juga upaya pelaku untuk merekam sampel suara korban. Teknologi AI mampu memproses rekaman pendek itu menjadi suara palsu yang menyerupai suara asli,” ujar Mugiya Wardhany, Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, dalam pernyataan resmi yang dikutip pada Jumat (17/4/2026).
Beberapa Langkah Pencegahan
Menurut Mugiya, masyarakat diharapkan memberitahu keluarga jika merasa menjadi korban. Dengan demikian, mereka tidak akan terkejut saat menerima panggilan yang mengandung permintaan mencurigakan. Selain itu, Dinas Kominfo memberikan lima strategi untuk menghindari skema penipuan ini.
1. Jangan Mulai Pembicaraan
Setiap kali menerima telpon dari nomor tak dikenal, sebaiknya korban tidak langsung merespons. Biarkan penelepon berbicara terlebih dahulu sebelum memulai percakapan. Hal ini dapat mengurangi risiko suara korban direkam secara tidak sengaja.
2. Hindari Mengucapkan Kata-kata yang Riskan
Kata-kata seperti “iya”, “halo”, atau “siapa ini” sering digunakan pelaku untuk mengumpulkan sampel suara. Menghindari pengucapan berulang dari kalimat tersebut bisa mengurangi kemungkinan suara korban dikloning.
3. Terapkan Aturan 5 Detik Tunggu
Korban dianjurkan menunggu 3 hingga 5 detik setelah menerima panggilan dari pihak asing. Jika dalam waktu itu tidak ada suara dari penelepon, segera tutup dan blokir nomor tersebut.
4. Gunakan Aplikasi Pelacak Nomor
Beberapa aplikasi dapat memberikan label atau tag untuk nomor yang mencurigakan. Pihak Dinas Kominfo mengimbau untuk memanfaatkan fitur ini. Jika label menunjukkan “Spam” atau “Penipuan”, sebaiknya korban mengabaikan panggilan tersebut.
5. Verifikasi dengan Kata Sandi Rahasia
Siapkan kata sandi khusus yang hanya diketahui oleh keluarga inti. Kata sandi ini berguna untuk memverifikasi apakah suara yang terdengar benar-benar milik korban atau bukan. Hal ini sangat penting saat menerima telepon yang mirip dengan suara asli.