Main Agenda: Ukraina Harap Turki Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai Ukraina Rusia, Libatkan Trump?

Ukraina Harap Turki Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai Ukraina-Rusia, Libatkan Trump?

Dalam upaya mencari solusi untuk konflik berkepanjangan, Ukraina mengajukan permintaan resmi kepada Turki untuk dipertimbangkan sebagai tempat penyelenggaraan perundingan damai antara Presiden Volodymyr Zelensky dan Vladimir Putin dari Rusia. Inisiatif ini mencakup kemungkinan kehadiran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta mantan Presiden AS Donald Trump, sebagai upaya membuka jalan baru menuju kesepakatan yang berkelanjutan.

Menurut Menlu Ukraina, Andrii Sybiha, negara itu siap menghadiri pertemuan penting di bawah bimbingan Turki. Dalam wawancara dengan Ukrinform, ia menegaskan komitmen untuk dialog yang produktif. Strategi diplomatik ini menunjukkan usaha serius Ukraine dalam mencari resolusi konflik, dengan memasukkan mediator internasional yang dianggap memiliki pengaruh signifikan.

“Kesiapan Turki untuk menjadi tuan rumah perundingan damai Ukraina-Rusia telah disampaikan melalui berbagai kontak antara presiden mereka dengan Putin dan Zelensky,” ujar Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan.

Turki dikenal sebagai pihak netral yang dihormati, sehingga dipertimbangkan sebagai fasilitator. Namun, Fidan menekankan bahwa keberhasilan pertemuan tidak hanya bergantung pada keinginan Turki, tetapi juga pada kesediaan semua pihak terlibat untuk sepakat. Partisipasi aktif Rusia, Ukraina, serta mediator lainnya menjadi faktor utama.

Sebelumnya, perundingan antara delegasi Rusia dan Ukraina, dengan keikutsertaan Amerika Serikat, telah menggelar tiga sesi diskusi sejak awal tahun. Pertemuan terakhir berlangsung di Jenewa pada 17-18 Februari, namun akhirnya ditunda. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebutkan bahwa penundaan ini disebabkan oleh fokus AS pada isu-isu lebih mendesak.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump bertemu dengan Zelenskyy di Ruang Oval Gedung Putih, Senin, 18 Agustus 2025, di Washington. Setelah pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dari tiga jam, Trump dan Putin menunjukkan sikap optimis. Rusia telah mengonfirmasi waktu dan lokasi pertemuan antara Trump dan Putin, dengan tujuan utama Zelenskyy adalah memastikan Trump tidak terlalu dekat dengan Putin.

Usulan Ukraina untuk melibatkan Turki dan Trump diharapkan dapat mengubah dinamika negosiasi. Langkah ini menandai penjelasan baru terkait peran mediator dalam menciptakan jalur komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *