Nus Kei Meninggal Ditikam di Bandara – Golkar Maluku Desak Polisi Bongkar Motif Pelaku Penusukan

Nus Kei Meninggal Ditikam di Bandara, Golkar Maluku Desak Polisi Bongkar Motif Pelaku Penusukan

Kasus pembunuhan yang menimpa Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, alias Nus Kei, memicu pernyataan resmi dari DPD I Partai Golkar Maluku. Organisasi tersebut menuntut investigasi menyeluruh terhadap kejadian penikaman yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Insiden ini terjadi saat korban baru saja tiba dari Jakarta.

“Kami menuntut investigasi yang menyeluruh serta menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menewaskan Ketua Partai Golkar Malra,” kata Umar A. Lessy, Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, dalam pernyataan tertulis di Ambon, Minggu (19/4), seperti dilansir Antara.

Umar menilai peristiwa ini merupakan tindakan kekerasan yang serius, berpotensi mengganggu kestabilan sosial dan menciptakan ketegangan di daerah tersebut. Ia menekankan bahwa tindakan penusukan adalah pelanggaran hukum yang tidak boleh dibiarkan. “Kami mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun yang menimpa Ketua DPD II Malra. Perbuatan ini melanggar hukum dan tidak dapat ditolerir dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengonfirmasi bahwa tindakan pidana penusukan terjadi sekitar pukul 11.25 WIT di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun. Menurut penjelasan Rositah, korban ditikam oleh orang tak dikenal menggunakan pisau, lalu melarikan diri. Korban kemudian dibawa ke RS Karel Sadsuitubun oleh keluarganya pada pukul 12.00 WIT, tetapi tim medis menyatakan korban telah meninggal akibat luka yang dideritanya.

“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku.

Polres Maluku Tenggara, yang dipimpin AKBP Rian Suhendi, menangani kasus ini secara cepat. Dalam dua jam setelah insiden, dua orang terduga pelaku—HR (28) dan FU (36)—sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Sat Reskrim. Kapolda Maluku meminta penanganan kasus dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas.

Umar juga meminta kader Golkar di Maluku, terutama di Kabupaten Maluku Tenggara, tetap tenang dan menjaga ketenangan. “Solidaritas harus ditunjukkan dengan sikap dewasa, bukan tindakan yang memperburuk situasi,” tambahnya. DPD I Partai Golkar Maluku berkomitmen untuk memperkuat komunikasi internal dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada aparat hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *