Special Plan: Geger! Warga Pulau Tanakeke Temukan Benda Diduga Rudal

Geger! Warga Pulau Tanakeke Temukan Benda Diduga Rudal

Pada Jumat (17/4), warga di Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menemukan benda yang diduga sebagai rudal. Benda berwarna biru tersebut ditangani oleh Pos TNI Angkatan Laut (AL) setempat. Komandan Pos AL, Letnan Satu (MAR) Hamzah, mengonfirmasi keberadaan objek tersebut dan menjelaskan langkah-langkah yang diambil.

Menurut pernyataan Hamzah, benda yang ditemukan langsung diamankan ke Komando Laut (Kodaeral) Makassar. “Sambil menunggu hasil penelitian, kami melakukan pengamanan sementara,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (18/4).

Sebelumnya, warga yang menemukan benda tersebut telah melapor ke Kepolisian Sektor Mappakasunggu. Kepala Kepolisian Sektor Mappakasunggu, Inspektur Satu Sumarwan, menyatakan pihaknya menyerahkan objek ke TNI AL untuk analisis lebih lanjut. “Bentuk lonjong dengan panjang sekitar satu meter mirip rudal, tapi kita belum bisa menyimpulkan bahan peledaknya,” tambah Sumarwan.

Di luar kejadian di Tanakeke, beberapa insiden serupa juga terjadi di daerah lain. Seorang nelayan di Tanjungpinang menemukan benda yang diduga bom mortir seberat 8 kilogram. Benda tersebut kini diselamatkan oleh Polda Kepri untuk investigasi lebih lanjut. Di Aceh Tamiang, pihak berwenang mengamankan dua jenis senjata, AK-56 dan UZI, yang telah dimodifikasi.

BMKG Stasiun Geofisika Malang memastikan bahwa benda langit bercahaya yang menghebohkan warga Malang bukan rudal, melainkan sampah antariksa yang terbakar. Di sisi lain, Prajurit TNI sedang membangun Jembatan Garuda di Aceh Tamiang untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah terpencil.

Sementara itu, militer Bahrain mengumumkan keberhasilan menghalau rudal Iran dan drone yang diluncurkan dari Iran setelah serangan AS-Israel. Ini menunjukkan peningkatan ketegangan di Teluk Persia. KBRI Abu Dhabi menetapkan siaga III sebagai respons terhadap situasi keamanan yang memanas di Timur Tengah, meminta WNI meningkatkan kewaspadaan.

Prabowo Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menunjukkan kehadiran pertama sejak 19 Juni, sebelum gencatan senjata dalam konflik Iran-Israel. Ia menekankan bahwa senjata konvensional tetap berpotensi berbahaya, terutama jika digunakan secara strategis dalam jumlah besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *