Kemenhut lakukan modifikasi cuaca di Riau tekan potensi karhutla
Kemenhut Lakukan Modifikasi Cuaca di Riau untuk Tekan Karhutla
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Provinsi Riau sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi cuaca guna mendukung pengendalian bencana tersebut. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut, Thomas Nifinlur, memberikan konfirmasi bahwa selama sembilan hari ke depan, 14 penerbangan akan digunakan untuk meningkatkan kelembapan lahan melalui semprotan air serta pengisian embung dan cadangan air di sejumlah wilayah.
Kolaborasi dengan BMKG dan TNI AU
Thomas menjelaskan bahwa OMC di Riau dilakukan bersama BMKG dan TNI AU. Hingga 15 April 2026, telah dilakukan penyemaian bahan semai sebanyak dua kali dengan total 1.600 kg NaCl. Area semai mencakup Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.
“Pelaksanaan OMC oleh Kemenhut bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU telah dimulai sejak 14 April 2026,” kata Thomas.
Provinsi Riau termasuk wilayah yang rentan terhadap karhutla, terutama karena memasuki musim kemarau lebih awal pada Februari 2026. Selama ini, operasi modifikasi cuaca telah dijalankan dalam tiga tahap dengan bantuan BNPB. Kegiatan ini masih berlangsung karena status siaga darurat karhutla telah ditetapkan sejak awal tahun.
Status Siaga Darurat Karhutla
Pemerintah Provinsi Riau mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor KTPS 102/11/2026 yang menetapkan status siaga darurat bencana karhutla selama periode 2 Februari hingga 30 November 2026. Kemenhut melalui Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan mencatatkan luas areal karhutla pada Januari-Maret 2026 mencapai 55.324,2 hektare.
Wilayah Terdampak Karhutla
Dalam pernyataannya, Thomas menyebutkan bahwa tiga provinsi dengan luas kebakaran tertinggi hingga saat ini adalah Kalimantan Barat (25.420,73 ha), Riau (8.555,37 ha), dan Kepulauan Riau (4.167,78 ha). Kemenhut menegaskan bahwa langkah pengendalian karhutla terus diperkuat, baik dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan.
“Kami meningkatkan intensitas kegiatan pencegahan melalui patroli, kampanye, edukasi, serta pembentukan Masyarakat Peduli Api,” ujar Thomas.
Untuk mengatasi masalah tersebut, penanggulangan karhutla dilakukan dengan kombinasi patroli udara dan darat. Manggala Agni Kemenhut bersama pihak lainnya melakukan operasi pemadaman langsung di lapangan. Modifikasi cuaca menjadi bagian dari inovasi strategi jangka panjang dalam mengendalikan karhutla sejak tahun 2015.