Special Plan: Pemprov NTB siapkan skenario hadapi musim kemarau panjang
Pemprov NTB siapkan skenario hadapi musim kemarau panjang
Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mempersiapkan beberapa skenario untuk menghadapi kemungkinan panjangnya musim kemarau tahun ini. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan persiapan awal, mulai dari peningkatan pasokan air bersih hingga strategi penanganan produksi pertanian. “BPBD sudah siap sejak beberapa bulan lalu. Kami telah menyediakan sumur bor dan kendaraan tanki untuk mendistribusikan air,” jelasnya setelah menghadiri acara halal bihalal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB di Mataram, Rabu.
Iqbal berharap prediksi kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino tidak sepenuhnya menjadi kenyataan. Ia mengacu pada kondisi tahun lalu, di mana ramalan kemarau tidak terlalu berdampak karena hujan tiba lebih dini. Untuk memastikan ketersediaan pangan, pemerintah NTB menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar produksi tetap stabil selama masa kemarau. Fokus utama adalah pengoptimalan lahan di wilayah tadah hujan, yang menjadi penyangga utama bagi pertanian daerah.
“Selama sistem irigasi berjalan lancar, insya Allah kita bisa memitigasi risiko kelangkaan air untuk pertanian,” tegas Iqbal.
Menurut pemberitaan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di NTB akan berlangsung selama 25 hingga 27 dasarian, setara 8 hingga 9 bulan. Periode awal kemarau dimulai pada April 2026, sedangkan puncaknya diperkirakan terjadi di bulan Agustus 2026, yang akan menghimpit sekitar 89 hingga 90 persen wilayah NTB.
Pemerintah NTB juga melakukan koordinasi dengan penyuluh pertanian dan organisasi petani guna mengatur distribusi air secara lokal. Upaya ini bertujuan mengarahkan pola tanam agar sesuai dengan ketersediaan sumber air. Dalam tahun 2025, pihaknya mengalokasikan sekitar 14.000 hektare lahan untuk program pengoptimalan, dengan tujuan meningkatkan frekuensi panen dari sekali menjadi dua kali dalam setahun.