Important News: Jualan HP Hancur-hancuran, Nasib Pedagang Bikin Prihatin

Jualan HP Hancur-hancuran, Nasib Pedagang Bikin Prihatin

Permintaan Chip AI Menyebabkan Ketidakstabilan Pasar

Kenaikan harga ponsel di Indonesia memengaruhi penjualan para pedagang, terutama sejak awal tahun ini. Fenomena ini diakibatkan oleh krisis chip global, yang didorong oleh permintaan membludak untuk komponen AI. Sejumlah pengusaha menyebutkan bahwa penjualan mereka turun signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

“Penjualan saya mengalami penurunan besar, terutama dua bulan terakhir,” tutur seorang pedagang di ITC Kuningan, Jakarta, kepada CNBC Indonesia pada Selasa (7/4/2026). Ia menambahkan, momentum lebaran tidak memberikan peningkatan seperti tahun sebelumnya, dengan penjualan hanya mencapai 30 unit.

Banyak merek ponsel mengalami kenaikan harga, termasuk Samsung A07 yang naik Rp 100-200 ribu, hingga Oppo A6 yang mengalami kenaikan hingga Rp 900 ribu. Ponsel dengan memori 4/64 GB, yang biasanya dijual sekitar Rp 1,4 juta, kini bisa mencapai Rp 2 juta. Meski harga melonjak, sebagian konsumen tetap membeli produk yang mereka inginkan.

Pengaruh Global Terhadap Industri Ponsel

Kenaikan biaya produksi perangkat terjadi karena kelangkaan chip memori, yang menimpa industri di Asia Pasifik. Ponsel murah biasanya memiliki margin keuntungan rendah, membuat mereka lebih rentan terhadap fluktuasi harga komponen. Menurut laporan Techwire Asia, hal ini menyebabkan produsen memangkas fitur standar atau menaikkan tarif.

Krisis chip juga mengganggu produksi di Tiongkok. Perusahaan seperti Xiaomi dan Oppo mengurangi jumlah pengiriman lebih dari 20%, sedangkan vivo menurunkan hampir 15%. Transsion, yang mengelola Tecno, Infinix, dan Itel, mencatat penurunan hingga 70%. Fenomena ini didukung oleh data Counterpoint, yang memperkirakan proyeksi global pengapalan ponsel tahun 2026 turun 2,1%, termasuk merek Tiongkok seperti Honor, Oppo, dan vivo.

Perspektif Global: Produksi dan Biaya Terus Meningkat

IDC mengungkapkan bahwa kenaikan harga perangkat terjadi di seluruh segmen, tetapi kelangkaan chip lebih berdampak pada perangkat low-end. Seorang staf toko menyebutkan bahwa informasi kenaikan harga disampaikan secara transparan, meski beberapa konsumen tetap membeli meski tahu kondisi pasar.

Berdasarkan data Counterpoint, biaya komponen ponsel mencapai US$200, dengan kenaikan 25% sejak awal tahun. Proyeksi menunjukkan harga chip memori akan terus naik hingga 40% di Q2-2026, yang berpotensi menaikkan biaya produksi sebesar 8%-15%. Fenomena ini diperkirakan tidak akan berhenti segera, memengaruhi sektor elektronik global secara luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *