Visit Agenda: KA BIAS Layani 208 Ribu Pelanggan pada Triwulan I 2026, Perkuat Aglomerasi Solo–Madiun dan Akses Bandara dengan Tarif Terjangkau
KA BIAS Tingkatkan Layanan Transportasi untuk 208 Ribu Pengguna di Triwulan I 2026
Jakarta – Jumlah penumpang yang menggunakan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) meningkat pesat dalam tiga bulan pertama tahun 2026. Dalam periode Januari hingga Maret 2026, layanan ini mencatat total 208.583 penumpang, naik 31,12% dibandingkan jumlah 159.092 penumpang pada triwulan serupa di 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan peran KA BIAS yang semakin signifikan dalam memperkuat hubungan antar wilayah Solo hingga Madiun.
Konektivitas yang Menghubungkan Berbagai Titik
Di Daop 6 Yogyakarta, KA BIAS mencatat 110.320 penumpang yang naik dan 115.482 yang turun. Stasiun Solo Balapan menjadi pusat utama dengan 54.572 penumpang naik dan 52.296 penumpang turun. Jaringan antara Stasiun Kadipiro, Solo Jebres, Palur, serta Bandara Adi Soemarmo memudahkan akses antar daerah. Perjalanan terus melanjutkan ke Daop 7 Madiun dengan 92.390 penumpang naik dan 88.420 penumpang turun.
“KA BIAS tidak hanya menyediakan akses ke bandara, tetapi juga memperluas kemudahan mobilitas masyarakat. Tarif yang terjangkau menjadikannya bagian dari rutinitas sehari-hari di kawasan Solo hingga Madiun,” jelas Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Kereta api ini menyambungkan Walikukun, Ngawi, Magetan (Stasiun Barat), hingga Caruban, sehingga mempercepat perpindahan antar wilayah. Keberadaannya membentuk hubungan integrasi antara Solo dan Madiun, yang semakin menguatkan aliran ekonomi sekaligus aksesibilitas transportasi. PDRB Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan 4,9% (yoy), sementara Jawa Timur tumbuh sekitar 5,0% (yoy), sesuai data BPS Triwulan I 2026.
Kenyamanan dan Fleksibilitas Jadwal
KA BIAS menawarkan tarif mulai dari Rp7.000 hingga Rp40.000, memenuhi kebutuhan berbagai kalangan. Jadwal keberangkatan dimulai pagi hari, yaitu pukul 05.40 WIB dari Madiun dan 06.00 WIB dari Solo, memberi keleluasaan bagi penumpang untuk mengatur aktivitas sejak awal hari.
Dengan jalur yang terintegrasi, KA BIAS menjadi pilihan utama untuk menghubungkan permukiman, pusat aktivitas, dan bandara. Pertumbuhan mobilitas masyarakat antar daerah terus mendorong kebutuhan transportasi yang lebih terjangkau dan andal. Anne Purba menegaskan bahwa layanan ini menjaga keterhubungan wilayah, memperkuat kinerja ekonomi, serta menyediakan akses yang mudah dan efisien bagi pengguna.