Visit Agenda: BMKG: 66 persen wilayah Jawa Barat bakal dikepung kemarau lebih cepat

BMKG Proyeksi 66 Persen Wilayah Jabar Terjebak Kemarau Lebih Dini

Bandung, BMKG Jawa Barat menyatakan bahwa sekitar 66 persen wilayah provinsi ini diperkirakan mengalami kekeringan lebih dini dibandingkan kondisi normal. Perubahan iklim yang diantisipasi akan membuat kondisi cuaca menjadi jauh lebih kering dari biasanya, dengan durasi musim kemarau yang lebih panjang.

“56 persen wilayah Jawa Barat akan memasuki fase musim kemarau sejak Mei,” ungkap Prakirawan BMKG Jawa Barat Vivi Indhira secara daring di Bandung, Selasa.

Fenomena kemarau mulai terlihat sejak Maret di Bekasi dan Karawang Utara, lalu merambat ke Subang serta Indramayu pada April. Vivi menambahkan, puncak kekeringan akan terjadi di sebagian besar wilayah pada Agustus, dengan 90 persen daerah mengalami kondisi ekstrem.

Dalam musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi berlangsung lebih lama, 93 persen wilayah dianggap masuk kategori kering. Sementara itu, 8 persen wilayah mencapai puncak di bulan Juli, dan 2 persen lainnya pada September. Kota Bogor, Bogor Tengah, serta sebagian Sukabumi Utara memiliki pola musim yang berbeda.

Langkah Mitigasi yang Direkomendasikan

BMKG mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera mengambil tindakan pencegahan guna mencegah krisis air bersih. Wilayah Jabar diingatkan akan menghadapi musim kemarau yang lebih lama dibandingkan biasanya.

Warga disarankan menghemat penggunaan air, sementara otoritas terkait diminta memaksimalkan operasi waduk dan bendungan, serta merehabilitasi embung sebagai cadangan darurat. Di sektor pertanian, petani diharapkan menyesuaikan kalender tanam, menghindari fase puncak kemarau, dan beralih ke tanaman yang tahan kekeringan serta memiliki siklus pertumbuhan singkat.

Untuk mencegah risiko kekeringan dan potensi kebakaran hutan, BMKG mengimbau masyarakat agar siap-siap secara khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *