Key Strategy: Pemerintah Buka 30 Ribu Lowongan Manajer Kopdes, Ini Syaratnya
30 Ribu Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih Dibuka, Ini Persyaratannya
Pemerintah telah mengumumkan peluang luas bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih. Sebanyak 30 ribu posisi manajerial Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sedang dibuka secara terbuka melalui panitia seleksi nasional. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan yang juga menjabat Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, seleksi ini bertujuan merekrut ribuan kandidat yang akan ditempatkan di berbagai wilayah. Ia menjelaskan bahwa proses perekrutan telah dimulai sejak enam bulan lalu dan didukung oleh media sosial untuk menjangkau calon peserta.
Pendaftaran berlangsung hingga 24 April 2026, dengan syarat pendidikan minimal D3 hingga S1 dari semua jurusan. Peserta harus memiliki usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75. Pemerintah menyediakan skema kerja awal melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Agrinas Pangan Nusantara, dengan kontrak selama dua tahun. Setelah masa percobaan, posisi tersebut akan dialihkan ke koperasi desa untuk pengelolaan lebih lanjut.
“Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan. Jika ada yang meminta imbalan untuk memastikan lulus, itu berarti penipuan,” tegas Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Rabu (15/4/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi transparan tanpa adanya biaya tambahan.
Kehadiran manajer menjadi faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi berbasis desa. Pemerintah menargetkan pembentukan 30 ribu unit Kopdes Merah Putih selesai pada pertengahan tahun ini. Program ini juga melibatkan beberapa kementerian dan lembaga, seperti Kementerian PAN-RB, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Keuangan, guna memastikan kualitas sumber daya manusia yang direkrut mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi akar rumput sekaligus menciptakan lapangan kerja baru berbasis koperasi modern di tingkat desa. Dalam situasi minat publik yang tinggi, Zulkifli mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen ini.