Topics Covered: Rupiah Mengawali Perdagangan di Zona Hijau, Dolar AS Turun ke Rp17.125
Rupiah Mengawali Perdagangan di Zona Hijau, Dolar AS Turun ke Rp17.125
Pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026), rupiah dibuka dengan peningkatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda mencapai level Rp17.125 per dolar AS, dengan kenaikan sebesar 0,03%. Penguatan ini merupakan kebalikan dari penutupan perdagangan sebelumnya, yang tercatat di Rp17.130/US$, atau turun 0,12%.
Kondisi Pasar Global Membawa Dampak Positif
Kenaikan rupiah hari ini didorong oleh faktor eksternal, terutama pelemahan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,05% ke level 98,011 pada pukul 09.00 WIB.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perang AS-Israel melawan Iran sudah “mendekati akhir”.
Menurut sumber yang mengikuti pembahasan di Teheran, Iran mungkin mempertimbangkan kembali pembukaan jalur pelayaran di sisi Oman dan Selat Hormuz jika tercapai kesepakatan yang bisa mencegah pecahnya konflik lanjutan. Gedung Putih juga menyampaikan harapan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, dengan menyebut pembicaraan tatap muka mungkin dilanjutkan di Pakistan.
Kondisi ini membuat indeks dolar AS terpantau berada di atas level 98, yang dianggap sebagai area support jangka pendek. Jika greenback kembali melemah di bawah level tersebut, tekanan terhadap mata uang AS berpotensi meningkat. Pelemahan dolar AS akhirnya memberi ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk memperkuat posisinya.