5 Makanan Penurun Kolesterol Tinggi – Sudah Terbukti Ilmiah
5 Makanan Penurun Kolesterol Tinggi, Terbukti Ilmiah
Penyakit jantung dan stroke bisa muncul dari kondisi kolesterol tinggi. Mencegahnya memerlukan upaya serius, termasuk perubahan gaya hidup dan konsumsi makanan yang memiliki dampak positif pada kadar kolesterol. Selain penggunaan obat, pilihan makanan yang efektif menjadi solusi alami. CNBC Indonesia merangkum lima bahan makanan yang telah terbukti membantu menurunkan kolesterol berdasarkan sumber ilmiah.
1. Oat
Oat dianggap sebagai bahan pangan yang bisa mendukung penurunan kolesterol. Sebagai sumber serat larut, makanan ini membantu memperkuat sistem pencernaan dan mengurangi penyerapan lemak. Studi dari Harvard Health Publishing menunjukkan bahwa oatmeal atau sereal berbahan oat seperti Cheerios bisa dimanfaatkan sebagai menu sarapan sehat.
“Penggunaan fraksi oat utuh atau kompleks, alih-alih fitokimia yang dimurnikan, diperlukan untuk memperoleh efek penurunan kolesterol maksimal,” tulis peneliti dalam kajian berjudul Processing of oat: the impact on oat’s cholesterol lowering effect.
Mekanisme utama oat dalam menurunkan kolesterol melibatkan β-glukan, senyawa yang meningkatkan viskositas isi usus. Hal ini memperlambat penyerapan nutrisi, menghambat reabsorpsi asam empedu, dan meningkatkan ekskresi lemak jahat.
2. Okra
Sayuran berwarna hijau ini dikenal sebagai sumber serat larut dan rendah kalori. Dilaporkan oleh Harvard Medical School bahwa okra mampu menurunkan kadar LDL, total kolesterol, serta glukosa darah puasa. Selain itu, konsumsi okra juga terbukti menurunkan hemoglobin A1C.
Penelitian menunjukkan okra berpengaruh pada gen metabolisme lemak dan mikrobioma usus. Faktor ini membantu memperbaiki profil lipid dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
3. Buah Beri
Buah beri seperti blueberry, stroberi, dan rasberi menjadi pilihan yang baik untuk menurunkan kolesterol LDL secara alami. Senyawa antioksidan dan polifenol yang terkandung dalam buah ini mendukung kesehatan jantung dan mencegah oksidasi LDL.
“Konsumsi buah beri setiap hari secara signifikan mengurangi kolesterol LDL dan meningkatkan kadar HDL,” tercatat dalam studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition.
Dalam penelitian tersebut, buah beri dianggap efektif mengurangi peradangan di pembuluh darah, memberi manfaat tambahan bagi sistem kardiovaskular.
4. Jelai atau Barley
Jelai, atau barley, mengandung serat larut yang berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung. Sebuah meta-analisis uji coba terkontrol acak menunjukkan bahwa β-glukan dari jelai dapat menurunkan LDL sekitar 10 mg/dL dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.
Penelitian ini juga menemukan bahwa konsumsi jelai berdampak pada penurunan total kolesterol dan trigliserida. Faktor ini membuat jelai menjadi alternatif yang layak untuk pengaturan kolesterol.
5. Alpukat
Alpukat memiliki keunikan sebagai buah yang kaya lemak tak jenuh tunggal, serat, dan antioksidan. Kombinasi komponen ini berkontribusi pada penurunan kolesterol LDL dan peningkatan kesehatan jantung secara umum.
“Satu alpukat per hari secara signifikan mengurangi kadar LDL pada individu yang berat badannya berlebih,” menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of the American Heart Association tahun 2015.
Menurut para ahli, serat larut dalam alpukat berperan aktif dalam menangkap kolesterol di saluran pencernaan, membantu membuangnya dari tubuh.