Latest Update: Teheran: AS-Israel bertanggung jawab atas pembunuhan pejabat Iran
Teheran: AS-Israel bertanggung jawab atas pembunuhan pejabat Iran
Spesialis Pemerintah Iran Tegaskan Tuntutan Internasional
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa AS dan Israel harus dihukum atas pembunuhan pejabat Iran, seperti dilaporkan oleh RIA Novosti pada Jumat (17/4). “Ini adalah tindakan yang wajib diperlakukan secara bertanggung jawab. Bukan hanya Iran, tetapi seluruh komunitas internasional menuntut penjelasan,” tambahnya dalam pernyataan resmi.
“Apa yang dilakukan AS dan Israel dianggap sebagai pelanggaran perdamaian, ancaman keamanan, serta kejahatan perang dan kemanusiaan,” kata Baqaei, merujuk pada prinsip hukum internasional yang diakui dalam Konvensi Jenewa 1949.
Pada 28 Februari, serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, menyebabkan kerusakan dan kematian warga sipil. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam serangan tersebut. Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Upaya Gencatan Senjata Dianggap Gagal
Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu pada 11 April, Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad. Namun, sesi tersebut dianggap tidak produktif. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa kesepakatan tidak tercapai, sehingga delegasi AS kembali tanpa hasil.
Dalam pernyataannya, Baqaei menegaskan bahwa tindakan AS dan Israel melanggar prinsip hukum humaniter yang diatur dalam Pasal Umum 1 Konvensi Jenewa 1949. Ia menekankan bahwa semua negara anggota PBB harus bersatu menuntut pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.