Key Strategy: Penguatan pelayanan RSUD Jayapura diapresiasi
Penguatan Pelayanan RSUD Jayapura Diapresiasi
Jakarta – Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri, memberikan apresiasi terhadap pengembangan layanan RSUD Jayapura. Ia mengungkapkan hal ini dalam sebuah keterangan di Jakarta, Jumat, terkait kolaborasi antara RSUP Dr. Sardjito dan RSUD Jayapura dalam lokakarya tata kelola rumah sakit. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Tanah Papua.
Asta Cita Presiden dan Strategi Pembangunan SDM
Menurut Ribka, lokakarya tersebut selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu aspek utama dari Asta Cita adalah komitmen pemerintah untuk memperkuat sumber daya manusia, termasuk di bidang kesehatan. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu inisiatif strategis dalam upaya tersebut.
“Salah satu misi Bapak Presiden adalah membangun sektor kesehatan, mulai dari pemeriksaan gratis,” kata Ribka.
Ribka juga menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, memberikan tugas khusus padanya untuk memastikan pelaksanaan CKG di kawasan timur Indonesia. Ia berkoordinasi secara rutin dengan gubernur, bupati, dan wali kota agar kebijakan tersebut berjalan efektif.
Peran Puskesmas dalam Pelayanan Kesehatan
Dalam observasinya, Ribka menekankan pentingnya meningkatkan kualitas tata kelola layanan kesehatan di tingkat pusat layanan masyarakat, khususnya Puskesmas. Menurutnya, unit-unit ini merupakan garda terdepan dalam mewujudkan keberhasilan program pemerintah.
“Pemerintah harus memastikan layanan yang terdepan, seperti di tingkat desa melalui Pustu (Puskesmas Pembantu), telah mencapai standar yang baik,” ujarnya.
Selain CKG, Ribka juga menyebutkan bahwa pemerintah sedang mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TB). Ia menegaskan bahwa program ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh Kementerian Kesehatan, melainkan memerlukan partisipasi aktif dari daerah dan masyarakat.
“Semangatnya adalah meningkatkan penyuluhan kesehatan secara menyeluruh,” tambah Ribka.
Kualitas Layanan dan Visi Indonesia Emas 2045
Ribka menyoroti bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang baik berdampak signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia menjelaskan, kontribusi ini bukan hanya langsung dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mencapai visi Indonesia Emas 2045.
“Pada 2045, masyarakat Indonesia harus sehat, memiliki pendidikan yang memadai, serta IPM yang tinggi,” katanya.