New Policy: Hidayat Nur Wahid dorong penguatan literasi keuangan haji
Hidayat Nur Wahid dorong penguatan literasi keuangan haji
Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan dana haji
Dari Jakarta, Hidayat Nur Wahid, anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR, menekankan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat mengenai tata kelola keuangan haji. Ia menyoroti bahwa tingginya minat umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji tahunan memerlukan edukasi yang lebih luas, agar masyarakat mengerti dana tersebut dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah.
“Dengan sosialisasi yang terus diperluas, masyarakat akan semakin paham bahwa dana haji bisa memberikan manfaat optimal bagi jamaah,” kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangan yang diterima, Senin.
Manfaat literasi keuangan haji bagi keberlanjutan ibadah
Hidayat menegaskan bahwa literasi ini bukan hanya tentang aspek ibadah, tetapi juga tentang sistem keuangan yang mendukung penyelenggaraan haji secara berkelanjutan. Ia menambahkan, penguasaan pengetahuan tersebut akan memastikan dana haji dijaga keamanannya, serta dihindari pelanggaran hukum.
“Literasi keuangan haji juga penting agar masyarakat bisa mengawasi pengelolaannya secara aktif,” ujarnya.
Kinerja BPKH dan target dana haji 2025
Menurut Hidayat, dana haji pada 2025 diperkirakan mencapai lebih dari Rp180 triliun. Selama tujuh tahun terakhir, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan. Capaian ini, menurutnya, perlu disampaikan secara lebih masif guna memperkuat kepercayaan publik.
“Dengan kepercayaan yang terbangun, semakin banyak masyarakat, termasuk generasi muda, akan siap menabung dan merencanakan haji sejak dini,” tambahnya.
Komisi VIII tetap awasi pengelolaan dana haji
Hidayat Nur Wahid meyakini bahwa penyebaran informasi yang intensif akan menumbuhkan rasa percaya dan kesiapan masyarakat dalam mengikuti haji. Ia menegaskan, Komisi VIII DPR terus mengawasi BPKH agar manfaat dana haji dirasakan secara maksimal oleh jamaah dan umat Islam secara keseluruhan.
“Kami senantiasa memastikan pengelolaan keuangan haji tetap amanah dan sesuai harapan masyarakat,” tuturnya.