Gibran tinjau Bandara Nabire yang kini dapat didarati pesawat Boeing
Gibran Tinjau Bandara Nabire yang Kini Bisa Didarati Pesawat Boeing
Senin (ANTARA) – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, melakukan inspeksi di Bandara Douw Aturure di Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kini, bandara tersebut dapat menerima pesawat Boeing, sebagai bentuk peningkatan kapasitas transportasi udara di daerah tersebut.
Pengembangan Bandara Douw Aturure
Kepala Bidang Penerbangan Bandar Udara Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Samuel Ricky Rantelimbong, memberikan penjelasan selama kunjungan. Ia menuturkan bahwa kenaikan permintaan transportasi udara terjadi karena Nabire menjadi ibu kota provinsi.
“Setelah Nabire berkembang menjadi pusat pemerintahan, kebutuhan penerbangan meningkat signifikan. Dengan demikian, pesawat yang lebih besar diperlukan,” ujar Ricky kepada Wapres.
MoU dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
Pemerintah Papua Tengah telah menandatangani MoU dengan Ditjen Perhubungan Udara untuk mendorong pembangunan bandara. Proses pengembangan berlangsung bertahap, termasuk peningkatan runway dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter.
Perluasan Fasilitas Bandara
Ricky menambahkan bahwa meski bandara sudah bisa menerima pesawat Boeing, beberapa fasilitas masih sesuai standar untuk pesawat ATR. “Dengan proyek ini, bandara kini mampu menerima Boeing, meski sebagian infrastruktur masih berbasis ATR,” kata dia.
Untuk menyesuaikan dengan standar Boeing, lanjutan pembangunan diperlukan. Ini mencakup pelebaran runway, perluasan apron, pengembangan terminal, serta peningkatan fasilitas pendukung seperti mobil pemadam kebakaran.
Pendorong Koneksi dan Pertumbuhan Ekonomi
Pengembangan Bandara Douw Aturure bertujuan meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah. Bandara dilengkapi fasilitas sisi udara seperti runway, apron, taxiway, dan runway strip, serta fasilitas sisi darat seperti terminal penumpang, kargo, powerhouse, dan bangunan pendukung lainnya.
Dalam kunjungannya, Wapres menekankan pentingnya percepatan proyek agar dapat memenuhi kebutuhan transportasi udara yang terus tumbuh. Ia juga mendorong kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah untuk optimalkan pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, bandara bisa meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat logistik, serta menciptakan peluang ekonomi dan investasi bagi masyarakat setempat.