Meeting Results: Polri antisipasi potensi gangguan kamtibmas imbas naiknya harga minyak
Polri Siapkan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Akibat Kenaikan Harga Minyak
Jakarta – Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri sedang menyiapkan langkah untuk menghadapi risiko gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang mungkin terjadi karena kenaikan harga minyak global. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi penyebab utama fluktuasi harga bahan bakar tersebut.
Pemetaan Potensi Gangguan
Komandan Korbrimob Polri, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, menjelaskan bahwa tim telah melakukan pemetaan berbagai ancaman kamtibmas berdasarkan data yang disediakan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri. “Dari BIK sudah dipetakan. Tinggal kami mengantisipasi,” kata dia usai kegiatan Apel Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korbrimob di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Selasa.
“Alhamdulillah, masih tertangani semuanya. Makanya saya bilang, unjuk rasa yang ada sekarang, masih bisa diatasi oleh kewilayahan. Yang jelas, kami harus siap saja semuanya,” ujarnya.
Pemetaan ini dilakukan hingga tingkat satuan wilayah (satwil) dan instansi terkait. Hingga saat ini, belum ada laporan yang menunjukkan gangguan kamtibmas yang signifikan.
Persiapan dan Evaluasi
Dalam Rakernis, Komjen Ramdani juga menerima arahan dari Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, untuk memperkuat kesiapan personel dan fasilitas dalam menghadapi situasi yang bisa memicu ketegangan. Ia menegaskan bahwa Brimob akan melakukan evaluasi terhadap peralatan serta meningkatkan sistem pelatihan.
Pada hari Selasa, Korbrimob menggelar Apel Rakernis yang dihadiri sekitar 7.000 anggota. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri dan diikuti oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Apel ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang mengusung tema “Korps Brimob Polri Presisi Siap Mengamankan dan Mendukung Program Polri dalam Rangka Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.”