Key Discussion: Tekanan belum reda, ekonom prediksi BI-Rate bertahan di 4,75 persen
Tekanan Belum Reda, Ekonom Prediksi BI-Rate Bertahan di 4,75 Persen
Jakarta – Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI April 2026, para ahli ekonomi memperkirakan kebijakan BI-Rate akan tetap stabil pada level 4,75 persen. Hal ini didasari oleh tekanan eksternal yang belum surut dan risiko inflasi yang meningkat jika harga energi global terus naik.
“Ruang untuk menurunkan suku bunga sudah terbatas, seiring ekspektasi inflasi yang semakin tinggi,” ujar Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Dalam pandangan yang berbeda, Department Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman menyatakan bahwa peluang penurunan BI-Rate di masa depan semakin kecil. Ia mengungkapkan bahwa situasi geopolitik kemungkinan tidak akan cepat berakhir, sehingga menahan kebijakan moneter.
“Sentimen terhadap rupiah mulai menunjukkan perbaikan, tetapi ada pola musiman pada kuartal kedua yang mencakup pembayaran imbal hasil aset domestik ke investor nonresiden, yang masih memberi tekanan terhadap mata uang tersebut,” tambah Faisal.
Memasuki semester kedua, rupiah diperkirakan masih memiliki potensi untuk menguat, terutama karena harga terlihat relatif undervalued. Menurut Faisal, penguatan ke bawah Rp17.000 per dolar AS masih terbuka, asalkan pertumbuhan ekonomi tetap kuat, inflasi terkendali, dan keberlanjutan fiskal terjaga.
“Jika faktor-faktor tersebut dapat dipertahankan, maka rupiah bisa menjadi katalis positif bagi perekonomian Indonesia. Meski ada kemungkinan ke bawah Rp17.000, nilai tukar rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp16.800-16.900 per dolar AS,” jelas Faisal.