Topics Covered: Kemendukbangga kenalkan RA Kartini pada anak melalui Program Tamasya
Kemendukbangga Kenalkan RA Kartini Pada Anak Melalui Program Tamasya
Dari Jakarta, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN sedang mengadakan inisiatif untuk menanamkan prinsip perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini pada anak-anak usia dini melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menjelaskan bahwa kegiatan sederhana seperti melukis kipas dengan gambar Ibu Kartini dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan RA Kartini sebagai tokoh perempuan pemberani yang memperjuangkan hak-hak wanita.
“Harapan besar bahwa kegiatan ini bisa menjadi salah satu media untuk memperkenalkan RA Kartini sebagai pahlawan Indonesia yang berperan dalam menumbuhkan kesadaran akan kesetaraan gender,” ujar Wamendukbangga Isyana dalam pernyataan resmi, Rabu.
Wamendukbangga juga menegaskan bahwa kini banyak perempuan Indonesia yang aktif di dunia publik sekaligus menjalankan peran mereka di lingkungan keluarga. Banyak dari mereka, termasuk kader Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), menjadi contoh nyata bagaimana perempuan bisa berkarya sambil tetap menjaga tanggung jawab sosial.
Selama kunjungan, sebanyak 17 anak Tamasya yang berusia 3 hingga 5 tahun memberikan prakarya berupa kipas bergambar Kartini, terbuat dari bahan daur ulang seperti koran bekas. Selain itu, Wamendukbangga juga berinteraksi dengan anak-anak dan menyerahkan hadiah berupa alat mewarnai.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendukbangga Isyana berharap para pengasuh Tamasya bisa menjadi pencerita yang baik dalam menyampaikan kisah perjuangan RA Kartini kepada anak-anak dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. “Bagaimana perjuangan RA Kartini, dan bagaimana anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki, bisa sama-sama mendorong perempuan agar terus berkembang dan berkontribusi memajukan bangsa,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini, tetapi juga bentuk implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dengan cara ini, masyarakat dan keluarga Indonesia diharapkan dapat tumbuh lebih sehat, cerdas, serta siap menjadi generasi emas di tahun 2045.