Topics Covered: AHY dorong penguatan industri perkeretaapian dukung transportasi efisien

AHY dorong penguatan industri perkeretaapian dukung transportasi efisien

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya memperkuat sektor kereta api nasional sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien serta infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam rapat koordinasi di Stasiun Tanah Abang Baru, Rabu, ia menyampaikan bahwa isu ini sesuai dengan rekomendasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menilai kebutuhan pengembangan kereta api domestik semakin mendesak akibat meningkatnya permintaan transportasi di seluruh negeri.

“Pak Kepala BRIN sangat mendorong agar kita sekaligus mendorong industri perkeretaapian nasional. Mengapa tidak? Karena kebutuhannya ada,” ujar Menko AHY.

Dalam pidatonya, AHY menjelaskan bahwa untuk membangun industri ini, diperlukan ekosistem yang saling terhubung, melibatkan berbagai pihak seperti kementerian teknis, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pemain industri. “Kita pastikan ekosistemnya, Kementerian Perindustrian sudah menyampaikan, BUMN juga sama, dan kita bangun secara utuh,” tuturnya. Menurutnya, penguatan sektor kereta api akan membantu mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri dan penguasaan teknologi.

Rencana reaktivasi dan ekspansi jalur kereta api di Sumatra, Kalimantan, serta Sulawesi menjadi fokus pemerintah. Saat ini, panjang jalur di Sumatra mencapai 1.871 kilometer, dengan kebutuhan tambahan sekitar 7.837 kilometer. Di Kalimantan, jaringan kereta api belum ada, dengan kebutuhan mencapai 2.772 kilometer. Sementara Sulawesi hanya memiliki 109 kilometer jalur operasional, yang masih perlu diperluas hingga 3.284 kilometer lebih. Untuk merealisasikan hal ini, pemerintah memproyeksikan investasi hingga Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun sampai 2045.

Menko AHY menambahkan bahwa peran Kementerian Perindustrian dan BUMN sangat kritis dalam mengembangkan rantai industri dari produksi hingga teknologi. “Kami akan mengawal bersama pengembangan trase dari segi tata ruang, teknologi, hingga sinergi dengan daerah untuk memperkuat transportasi umum,” jelasnya. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta Kepala BRIN Arif Satria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *