Warga RI Ramai-Ramai Ternak Kartu Pokemon – Bikin Kaya Mendadak!

Kenaikan Harga Kartu Pokemon di Indonesia Menggeliat Kembali

Indonesia kembali menjadi pusat perhatian bagi penggemar kartu Pokemon, setelah tren koleksi ini mulai memanas sejak 2026. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan dan penjualan kartu Pokemon di gerai fisik serta acara khusus menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan, ada beberapa kartu yang terjual hingga mencapai Rp1,5 miliar. Fenomena ini seolah mengingatkan kembali kejayaan Pokemon GO yang pernah viral di tahun 2016.

Populeritas Pokémon GO yang Tidak Berlangsung Lama

Tahun 2016 menjadi momen penting bagi dunia Pokemon, di mana aplikasi augmented reality (AR) berbasis lokasi yang dikembangkan Niantic, Pokémon GO, memicu antusiasme luar biasa. Banyak masyarakat, terutama pemuda, terpukau oleh kemampuan menangkap Pokémon virtual melalui ponsel. Namun, popularitas permainan ini hanya bertahan sekitar setahun, hingga 2017, sebelum mulai meredup.

Selama masa kejayaannya, Pokémon GO menyebabkan kecanduan yang serius. Banyak orang hampir tertabrak kendaraan atau masuk ke area terbatas hanya untuk menangkap satu Pokémon. Meski begitu, komunitas penggemar Pokemon tidak sepenuhnya hilang, dan beberapa masih aktif hingga kini.

Faktor Penentu Kenaikan Harga

Pada masa Pokémon GO viral, kartu Pokemon di Indonesia sudah mulai mendapat perhatian. Namun, tren ini mengalami penurunan setelah wabah Covid-19. Kini, setelah perayaan ulang tahun ke-30 Pokemon pada Februari 2026, kembali terjadi gelombang minat yang tinggi. Kevin, kolektor kartu Pokemon, menjelaskan bahwa hype ini bergerak naik karena momentum tahunan.

“Hype-nya lagi naik-naiknya, terus orang momentumnya tahun ini kan pas 30 tahun Pokemon, jadi ramai lagi yang berburu kartu Pokemon,” kata Kevin kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Kelangkaan kartu juga menjadi penyebab utama kenaikan harganya. Kartu-kartu yang hanya tersedia dalam jumlah terbatas menarik minat kolektor. Contohnya, saat Kevin menghadiri event di Blok M, Jakarta Selatan, ia menemukan kartu Pikachu dengan kostum Mario dan Luigi yang dijual seharga Rp1,5 miliar.

Sebaliknya, beberapa kartu yang dibeli Kevin pada 2024 dengan harga sekitar Rp300.000, kini bisa terjual hingga Rp2 juta. Yongki, pemilik gerai Pokemon di Agora Mall, Jakarta Pusat, menambahkan bahwa harga kartu bisa mencapai Rp50 juta untuk yang dipajang, dan hingga Rp500 juta untuk koleksi spesial yang disimpan.

“Karakternya jadi penentu, seperti Pikachu, itu kan karena masih jadi maskot Pokemon, Charizard karena sudah menjadi karakter khas Pokemon,” terang Yongki.

Grading kartu, yang dinilai oleh perusahaan asal Amerika Serikat Professional Sport Authenticator (PSA), juga memengaruhi harga. Nilai grading tertinggi, yaitu 10, sering kali membuat kartu lebih mahal. Kualitas fisik, seperti posisi gambar, kemiringan, dan kecerahan warna, menjadi dasar penilaian ini.

Secara umum, kebangkitan tren koleksi Pokemon di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh ulang tahun ke-30, tetapi juga faktor-faktor seperti kelangkaan, keunikan karakter, dan penilaian profesional. Kenaikan harga yang signifikan menunjukkan minat yang kembali memanas di kalangan kolektor dan penggemar setia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *