New Policy: Wamendagri: Transformasi Bandara Douw Aturure Simbol Harapan Nabire
Wamendagri: Transformasi Bandara Douw Aturure Simbol Harapan Nabire
Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Senin (20/4) menjadi momentum penting dalam pengembangan Bandara Douw Aturure. Kini, bandara tersebut mampu menerima pesawat berbadan besar, menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk. Transformasi ini, menurutnya, menjadi buah dari upaya pembangunan yang dilakukan secara konsisten.
Progres Infrastruktur Transportasi Udara
Seusai menemani Gibran dalam inspeksi, Ribka menyampaikan bahwa impian untuk memperpanjang bandara guna melayani pesawat Boeing telah tercapai. “Hari ini, pesawat Wakil Presiden Republik Indonesia mendarat di sini,” ujarnya dalam pernyataan tertulis. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa usaha pembangunan tidak sia-sia.
“Apa yang kami impikan yakni memperpanjang Bandara Douw Aturure untuk didarati oleh pesawat Boeing, semuanya sudah terwujud,” kata Ribka.
Sebelumnya, Ribka mengingatkan perjalanan awalnya saat menjabat penjabat gubernur di wilayah tersebut. Ia pernah mengalami kesulitan akibat skeptisisme publik. “Pada saat saya pertama kali tugas di sini, sempat tersujud di bandara. Banyak orang meragukan bahkan mengucilkan, tetapi Tuhan izinkan semuanya berjalan baik,” ujarnya.
Peninjauan dan Peran Strategis Bandara
Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau langsung persiapan dan progres bandara. Ini bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di kawasan timur Indonesia. Tujuan utamanya adalah memastikan bandara mampu mendukung mobilitas warga serta pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah Samuel Ricky Rantelimbong menjelaskan bahwa bandara dioperasikan oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire. “Bandara ini memiliki fasilitas sisi udara seperti runway, apron, taxiway, runway strip, serta fasilitas darat seperti terminal penumpang, terminal kargo, powerhouse, dan bangunan penunjang lainnya,” katanya.
“Runway telah diperpanjang dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter, sehingga memungkinkan pesawat Boeing mendarat,” ujar Samuel.
Kembangnya Bandara Douw Aturure dianggap sebagai bukti nyata kemajuan wilayah Nabire. Dengan perluasan fasilitas, harapan meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian daerah semakin terwujud. Proyek ini juga menggambarkan komitmen pemerintah dalam mendorong keterbukaan dan keterwakilan wilayah timur Indonesia dalam pembangunan nasional.