Key Strategy: Menko Airlangga: Rupiah melemah karena gejolak global

Menko Airlangga: Rupiah Lemah Akibat Dinamika Global

Jakarta, Kamis — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa penurunan nilai rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh peristiwa internasional. “Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh ketidakstabilan global, jadi kita hanya memantau saja,” ujarnya saat diwawancara di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Menurut data, rupiah pada Kamis pagi mengalami penurunan 108 poin atau 0,63 persen, menjadi Rp17.289 per dolar AS dari Rp17.181 per dolar AS di penutupan sebelumnya. Airlangga menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi untuk merespons dinamika tersebut, sekaligus mencocokkan asumsi nilai tukar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2026 yang ditetapkan di Rp16.500 per dolar AS.

Kebijakan BI sebagai Penyelamat Stabilitas

Menko Airlangga menyatakan bahwa BI memiliki peran penting dalam menjaga nilai tukar rupiah, terlepas dari tekanan luar. “Kami hanya memantau, karena ini tidak bisa kita reaktif setiap hari,” katanya. Dalam konteks domestik, keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga 4,75 persen menunjukkan fokus pada konsistensi stabilitas rupiah.

Sebagai langkah tambahan, BI juga menaikkan batas transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan swap dari 5 juta dolar AS menjadi 10 juta dolar AS. “Kebijakan ini bertujuan mengurangi tekanan di pasar valuta asing serta memperkuat kestabilan rupiah,” terang Menko Airlangga.

“Konflik Timur Tengah, terutama ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan minat terhadap dolar AS sebagai aset aman,” kata Muhammad Amru Syifa dari Research and Development ICDX.

Dari perspektif dalam negeri, Syifa menyoroti bahwa BI tetap fokus pada keseimbangan nilai tukar meski menghadapi tekanan eksternal. “Arah rupiah ke depan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, kebijakan Federal Reserve, dan efektivitas langkah-langkah domestik dalam menjaga kesehatan pasar keuangan,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *