Meeting Results: Kasatpol PP DKI ungkap penyebab 35 anggotanya meninggal dalam setahun

Kasatpol PP DKI Jakarta Ungkap Alasan 35 Anggota Meninggal dalam Satu Tahun

Jakarta – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengungkapkan bahwa dalam hampir setahun terakhir, terdapat 35 anggota yang meninggal dunia. Menurutnya, penyebab utama tingginya angka kematian ini adalah beban tugas yang berat di lapangan dan keterbatasan fasilitas pendukung yang diberikan kepada petugas. “Saya menjadi Kasat Pol PP hampir setahun. Jadi, sudah hampir 35 anggota saya meninggal. Bukan karena kesalahan saya, tapi karena kondisi kerja yang memang sangat berat,” jelas Satriadi di Jakarta, Kamis.

Personel Kelurahan Terbatas, Tugas Berat

Dalam pertemuan bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta, Satriadi juga menyoroti jumlah personel Satpol PP di tingkat kelurahan yang masih terbatas, sekitar 7 hingga 10 orang. Ia menilai jumlah tersebut tidak memadai mengingat tugas yang harus dilakukan, mulai dari pengawasan hingga penertiban wilayah. Akibatnya, para anggota terpaksa bekerja dalam waktu yang sangat lama, bahkan hingga 36 jam sehari.

“Bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik besoknya untuk melakukan penertiban? Pasti tensinya kan tinggi-tinggi semua. Makanya, kemarin kami melakukan cek, medical check-up, ternyata tensi darah, tensi tingginya luar biasa,” ungkap Satriadi.

Satriadi menambahkan bahwa fasilitas pendukung, seperti tempat istirahat, masih kurang. Hal ini membuat banyak anggota terpaksa beristirahat di mushalla atau lorong kantor karena tidak ada ruang yang cukup. Kondisi ini dianggap berdampak pada kesehatan dan kemampuan fisik petugas. Dampak kelelahan, sambungnya, menyebabkan sejumlah besar anggota mengalami tekanan darah tinggi.

Permintaan Perbaikan Sarana dan Pengaturan Jam Kerja

Dalam kesempatan itu, ia berharap Komisi A DPRD DKI Jakarta dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan sarana dan prasarana serta pengaturan jam kerja yang lebih manusiawi. “Kami berharap ada dukungan untuk fasilitas, terutama tempat istirahat, agar anggota bisa menjaga kesehatan dan bekerja lebih optimal,” tutur Satriadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *