Gunakan helikopter – tim SAR evakuasi 2 WNA terjebak di tebing Uluwatu

Gunakan helikopter, tim SAR evakuasi 2 WNA terjebak di tebing Uluwatu

Lokasi kejadian

Denpasar, Kamis – Sebuah tim penyelamat gabungan berhasil menyelamatkan dua warga asing yang terjebak di tebing Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Operasi ini melibatkan personel Polresta Denpasar, Basarnas Bali, serta tim helikopter SGI Benoa.

Korban dan latar belakang

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 Wita di lokasi dengan koordinat 8°48’03,8″S – 115°07’01.7″E. Dua korban yang dievakuasi masing-masing bernama DZ (21), wanita dari Rusia, dan SS (52), pria asal Amerika Serikat.

Proses laporan dan tindak lanjut

Laporan pertama diterima dari El Kabron Bali Beach Club setelah seseorang tak dikenal menghubungi pihak pengelola melalui nomor yang diperoleh dari papan reklame di sekitar lokasi tebing. “Pelapor mendapatkan nomor telepon dari papan reklame, kemudian pihak beach club menghubungi kepolisian,” tutur Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Informasi tersebut disampaikan ke Polsek Kuta Selatan dan Satpolairud Polresta Denpasar, sebelum berkoordinasi dengan Kantor SAR Bali. Tim Basarnas Denpasar yang terdiri dari delapan personel segera bergerak ke lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan.

Penggunaan helikopter

Medan tebing yang curam dan sulit dijangkau membuat evakuasi darat tidak efektif. Tim SAR akhirnya memutuskan menggunakan helikopter sebagai alat utama. Helikopter SGI Benoa tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi dengan metode hoisting.

Kedua korban berhasil diangkat dari tebing dan diterbangkan ke heliport SGI Benoa dalam kondisi selamat. “Proses evakuasi berjalan lancar, kedua korban berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup,” tambah Adi.

Kondisi pasca-evakuasi

Saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan medis dan belum dapat dimintai keterangan karena mengalami trauma. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak penginapan untuk memastikan kondisi lanjutan dan penanganan yang diperlukan.

“Pelapor mendapatkan nomor telepon dari papan reklame di sekitar lokasi tebing, kemudian pihak beach club menghubungi kepolisian,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *