Special Plan: Dinkes Bantul gencarkan imunisasi kendalikan penularan campak

Dinkes Bantul Intensifkan Vaksinasi untuk Cegah Penyebaran Campak

Bantul – Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sedang mengintensifkan program vaksinasi rutin kepada anak-anak usia satu bulan, 18 bulan, serta siswa kelas satu SD sebagai upaya mengurangi risiko penyebaran penyakit campak.

“Dalam rangka menangani peningkatan kasus campak, saat ini kami melaksanakan vaksinasi kejar campak di seluruh wilayah Bantul,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto di Bantul, Kamis.

Menurut Samsu, upaya vaksinasi tersebut telah dilakukan dua kali di 27 puskesmas se-Bantul. Fase pertama menyasar 440 anak dengan 404 di antaranya berhasil mendapatkan vaksin. Fase kedua menjangkau 531 anak, di mana 499 orang telah divaksinasi. “Program ini masih berlangsung, sehingga peluang peningkatan cakupan vaksinasi tetap terbuka,” imbuhnya.

Vaksinasi kejar campak dianggap efektif karena cakupan vaksinasi di Bantul mencapai lebih dari 90 persen, kata Samsu. Ia menekankan peran sosialisasi yang terus digencarkan Dinkes Bantul dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti kapanewon, polsek, koramil, KUA, kelurahan, dukuh, kader, tokoh agama, dan tokoh masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, data terkini menunjukkan ada 44 kasus campak di Bantul, tersebar di 14 kecamatan, termasuk Banguntapan yang mencatatkan 13 kasus. Meski belum ada laporan kematian akibat penyakit ini, Dinkes mengingatkan masyarakat untuk segera mengambil tindakan jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, atau ruam kemerahan.

“Selain itu, masyarakat dianjurkan menghindari kontak dengan penderita dan menjaga kebersihan serta gizi seimbang. Laporan ke petugas puskesmas akan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *