Special Plan: Jakbar dorong sekolah edukasi pengolahan sampah organik jadi ekoenzim

Jakbar Dorong Sekolah Edukasi Pengolahan Sampah Organik Jadi Ekoenzim

Jakarta – Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat mempromosikan 1.111 lembaga sekolah untuk memperkuat pendidikan mengenai pengolahan limbah organik menjadi ekoenzim. Kasudindik Wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdhani, menjelaskan bahwa kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan kini semakin diutamakan dalam pembelajaran siswa. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat. “Kesadaran untuk melestarikan lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini kepada anak-anak. Hari Bumi menjadi momen penting untuk memperkuat edukasi tentang ketahanan pangan dan pengelolaan sampah,” ujarnya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Program Ekoenzim di SDN Sukabumi Selatan 07

Dalam upaya ini, beberapa sekolah telah mulai melibatkan siswanya dalam proses pengolahan sampah organik. Contohnya, SDN Sukabumi Selatan 07 di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang telah menerapkan kegiatan ini. “Sampah organik diolah menggunakan galon-galon, dan siswa dilibatkan dari awal,” kata Agus.

“Kami harap SDN Sukabumi Selatan 07 dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam meningkatkan kesadaran lingkungan serta mendorong siswa menerapkan gaya hidup yang minim sampah,” tambah Bekti Widiyaningsih, Kepala SDN Sukabumi Selatan 07, di Jakarta, Rabu (22/4).

Program ekoenzim ini juga sejalan dengan predikat Adiwiyata Mandiri yang telah diraih oleh SDN Sukabumi Selatan 07. “Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa sejak dini,” tekad Bekti.

Menurutnya, sekolah di wilayahnya juga diminta memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman produktif. Siswa terlibat sejak proses pembibitan, seperti merawat tanaman hingga panen. Hasil panen nanti akan dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk penguatan kesadaran lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *