Topics Covered: Pakai Mobil Listrik Sudah Aman, 4.892 Unit SPKLU Sudah Tersebar di RI

Pakai Mobil Listrik Sudah Aman, 4.892 Unit SPKLU Sudah Tersebar di RI

Dari Jakarta, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pertumbuhan signifikan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) nasional hingga awal 2026. Pada awal 2026, jumlah SPKLU di dalam negeri telah mencapai 4.892 unit, dengan sebaran di 3.000 titik. Trois Dilisusendi, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa selain SPKLU, fasilitas pendukung pengisian kendaraan listrik juga terus diperluas guna memastikan keamanan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan berbasis baterai.

“Pada awal 2026, SPKLU ini telah dibangun sebanyak 4.892 unit di sekitar 3.000 lokasi. SPBKLU dibangun sekitar 1.936 unit di 1.936 titik,” ujarnya dalam diskusi INDEF ‘Energi Tahan, Fiskal Aman’, Rabu (23/4/2026.

Penyebaran fasilitas pengisian baterai kendaraan listrik dinilai cukup memadai untuk perjalanan jarak jauh, terutama di jalur utama Pulau Jawa menuju Bali. Ini menjadi langkah lanjutan dari program transisi energi di sektor transportasi untuk mengurangi ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM). “Saya kira saat kita bicara Jakarta ke Bali, sudah aman bawa mobil listrik karena SPKLU tersedia. Jumlahnya terus meningkat,” lanjutnya.

Jumlah pengguna kendaraan listrik di Indonesia belum mencapai tingkat yang optimal. Menurut data terkini, total kendaraan listrik yang beroperasi di dalam negeri mencapai sekitar 358.000 unit, di mana sebagian besar—236.000 unit—masih terdiri dari sepeda motor. “Masih belum masif, tapi kita terus dorong pertumbuhan ini. Sektor roda dua menjadi yang terbesar, tapi dibandingkan 140 juta sepeda motor, angka itu belum apa-apa,” tambahnya.

Di sisi lain, Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF menyebutkan bahwa adopsi kendaraan listrik masih memiliki jarak dengan target pemerintah. Hal tersebut dipengaruhi oleh dominasi kendaraan bahan bakar minyak di jalanan serta harga kendaraan listrik yang belum sepenuhnya terjangkau. “Target adopsi kendaraan listrik masih jauh dari pencapaian. Selisih antara realisasi adopsi dengan target pemerintah mencapai 840.000 unit,” jelas Andry Satrio Nugroho, Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF.

Untuk mempercepat perpindahan bahan bakar minyak ke listrik, Andry menilai diperlukan sinergi antara penyediaan infrastruktur dan kebijakan fiskal. “Perlu adanya koordinasi antara pengembangan SPKLU dan kebijakan yang mendorong penggunaan mobil listrik,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *