Meeting Results: Pram bahas pengembangan transportasi TOD modern dengan Shenzhen Metro
Pemimpin DKI Jakarta dan Shenzhen Metro Diskusikan Pengembangan TOD Modern
Jakarta – Pada hari Jumat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo melakukan pembicaraan tentang peluang pengembangan transit-oriented development (TOD) yang modern dan berkelanjutan bersama Shenzhen Metro Group dari Guangdong, Tiongkok. Pemimpin daerah itu menekankan pentingnya studi perbandingan efektivitas sistem MRT di berbagai kota global. Shenzhen, lanjutnya, dipilih sebagai acuan karena performa layanan dan operasionalnya yang optimal.
Kesenjangan Capaian Antara Kota Asal dan Jakarta
Dalam pertemuan tersebut, Pramono mengungkapkan perbedaan signifikan antara Shenzhen dan Jakarta. Shenzhen Metro mampu mengangkut hingga 13 juta penumpang per hari melalui jaringan sekitar 635 kilometer, sementara MRT Jakarta saat ini hanya melayani sekitar 128 ribu penumpang per hari. “Angka ini menjadi pelajaran besar untuk mempercepat penguatan infrastruktur transportasi dan kawasan TOD di Jakarta,” jelasnya.
“Ini menjadi urgensi, karena mobilitas keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang per hari. MRT harus dikembangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung integrasi kawasan aglomerasi,” tambah Pramono.
Langkah Strategis Melalui Kerja Sama MoU
Selama kunjungan, terjadi penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group. Tujuan utama adalah mempercepat pengembangan TOD serta membangun sistem transportasi yang terintegrasi di kota besar. Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menilai kerja sama ini berpotensi meningkatkan kinerja operasional perkeretaapian.
“MoU ini menjadi langkah untuk menuntaskan persoalan kota modern sekaligus mengunci pertumbuhan ekonomi ke depan,” ungkap Tuhiyat.
Tuhiyat menambahkan pengalaman Shenzhen bisa menjadi referensi dalam membangun sistem operasional yang lebih efektif. Dengan kolaborasi ini, diharapkan Jakarta dapat mengejar ketertinggalan dan mengoptimalkan pelayanan transportasi untuk masa depan.