KAI tegaskan stop kontak di kereta untuk perangkat berdaya rendah

KAI Beri Penegasan: Stop Kontak di Kereta Hanya Untuk Perangkat Daya Rendah

Jakarta – Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa fasilitas stop kontak di dalam kereta hanya dirancang untuk perangkat elektronik dengan daya rendah. Contohnya meliputi telepon genggam, laptop, tablet, serta alat pendukung lainnya. Franoto mengungkapkan, daya listrik yang tersedia didistribusikan secara optimal untuk mendukung fungsi utama seperti sistem pendingin udara, lampu penerangan, pintu otomatis, dan informasi bagi penumpang.

“Tidak ada kapasitas tambahan yang bisa digunakan untuk alat listrik berdaya besar,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Franoto menjelaskan bahwa perangkat seperti rice cooker, hair dryer, atau alat pemanas memiliki konsumsi daya yang tinggi. Jika dipakai di dalam kereta, risiko kelebihan beban (overload) meningkat, sehingga bisa menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan, seperti trip atau gangguan lainnya. Hal ini berpotensi menghentikan operasional fasilitas inti, sehingga mengurangi kenyamanan dan keamanan perjalanan.

Franoto menambahkan, penggunaan alat listrik yang tidak sesuai dengan ketentuan bisa memicu panas berlebih pada instalasi, korsleting, bahkan ancaman kebakaran. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Penegasan tersebut dilakukan setelah adanya insiden viral di media sosial yang menunjukkan penumpang menggunakan peralatan berdaya tinggi untuk memasak di dalam kereta. Franoto menganggap tindakan ini merupakan bentuk penyalahgunaan fasilitas, yang berisiko mengganggu keselamatan para penumpang.

“Setiap perangkat di stasiun atau kereta merupakan bagian dari sistem layanan yang harus dijaga bersama. Penyalahgunaan bisa melanggar aturan serta membahayakan seluruh pelanggan,” lanjutnya.

Selain di dalam kereta, KAI juga menyediakan fasilitas pengisian daya di area stasiun. Beberapa stasiun bahkan dilengkapi ruang kerja kolaboratif (coworking space) yang memungkinkan penumpang melakukan aktivitas pekerjaan sebelum berangkat. Franoto berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga fasilitas umum dan menghindari penggunaan yang berpotensi mengacaukan operasional atau keselamatan perjalanan kereta api.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *