Latest Program: Ini Negara yang Dapat Bebas Tarif Selat Hormuz dari Iran

Iran Beri Keringanan Tarif Selat Hormuz untuk Tiga Negara

Kebijakan Khusus dalam Konteks Perang dengan AS-Israel

Iran mengumumkan akan memberikan keringanan tarif bagi sejumlah negara sahabat dalam penggunaan jalur Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap tekanan internasional, terutama dari pihak AS dan Israel. Meski demikian, keringanan tersebut hanya berlaku untuk kapal-kapal dari negara-negara tertentu, bukan secara umum.

“Kami telah memberikan pengecualian untuk beberapa negara. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” ujar Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, dalam wawancara dengan RIA Novosti.

Jalali juga menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran sedang berupaya memperluas keringanan tersebut, termasuk memperbolehkan kapal dari Rusia melintas tanpa biaya tambahan. “Saat ini, kami memberikan pengizinan khusus untuk negara sahabat seperti Rusia,” katanya.

Menurut laporan, negara-negara yang mendapat keringanan tarif Selat Hormuz meliputi: Rusia, China, dan Pakistan. Kebijakan ini dianggap sebagai upaya Iran untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan sekutu strategisnya. Sebaliknya, kapal dari negara lain harus membayar biaya tarif yang lebih tinggi, termasuk hingga US$2 juta.

Kebijakan pembatasan tarif ini terkait dengan konflik yang terjadi antara Iran dan pasukan AS-Israel. Sebelumnya, selama krisis, hanya kapal dari negara-negara tertentu yang diizinkan melewati Selat Hormuz. Kapal dari negara lain, seperti China, harus membayar dalam mata uang Yuan.

Selat Hormuz memiliki peran kritis dalam distribusi energi global, karena sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati area tersebut. Biaya tinggi yang dibebankan kepada kapal-kapal asing memicu penolakan dari beberapa pihak, dengan argumen bahwa hal ini melanggar Perjanjian Hukum Laut Internasional (Unclos).

Dalam rencana perdamaian yang sedang dibahas oleh AS dengan Israel, salah satu tujuan utamanya adalah mendorong Iran untuk membuka Selat Hormuz kembali. Namun, Iran mengusulkan syarat bahwa tarif untuk kapal asing bisa mencapai US$2 juta. Meski AS belum mengakui syarat ini, operator kapal diperkirakan tetap mematuhi aturan tersebut demi memastikan keamanan jalur perdagangan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Lloyd’s, kapal-kapal yang melintas Selat Hormuz telah membayar tarif sebesar US$2 juta. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan tekanan politik terhadap Iran sekaligus menjaga stabilitas logistik global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *