Announced: 263 Napi High Risk Dikirim ke Nusakambangan, Ada dari Sumatera-Jakarta
263 Napi High Risk Dikirim ke Nusakambangan, Ada dari Sumatera-Jakarta
Dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), sebanyak 263 narapidana dengan risiko tinggi telah dipindahkan ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Tujuan utama dari tindakan ini adalah memberikan pembinaan yang intensif untuk mengurangi potensi pelanggaran di masa depan.
Pemindahan Sesuai SOP
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menyatakan bahwa transfer warga binaan high risk dilakukan secara terencana. “Pemindahan dan penerimaan di setiap lapas dilakukan sesuai prosedur standar operasional. Setelah itu, mereka akan diawasi dengan pengamanan dan pembinaan intensif,” ujarnya dalam pernyataan, Jumat (24/4/2026).
“Kami pastikan tidak ada ruang bagi penggunaan narkoba dan ponsel. Jika terdeteksi, kami akan langsung berantas. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, secara berulang menekankan kebijakan zero narkoba dan zero hp. Siapa pun yang terbukti terlibat akan mendapatkan hukuman berat,” tambah Mashudi.
Daerah Asal Warga Binaan
Dalam pelaksanaan pemindahan, Imipas bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait. Tim dari Direktorat Pengamanan dan Intelijen, Direktorat Kepatuhan Internal, serta aparat kepolisian terlibat dalam proses ini. Mashudi menjelaskan bahwa dari 263 orang, 44 berasal dari Sumatera Utara, 103 dari Riau, 42 dari Jambi, 11 dari Sumatera Selatan, 18 dari Lampung, dan 45 dari Jakarta.
Total Pemindahan hingga Kini
Pemindahan ini bukan pertama kalinya. Sampai saat ini, total 2.554 warga binaan high risk sudah diarahkan ke Nusakambangan. Mashudi mengungkapkan, keputusan tersebut diambil karena mereka dianggap memiliki perilaku yang berpotensi mengganggu ketertiban. “Pemindahan bukan sekadar tindakan represif, tetapi juga upaya rehabilitasi dan pencegahan. Kami ingin memastikan lapas dan rutan tetap aman dari penyebaran tindakan melanggar,” katanya.
“Semua perilaku yang mengancam keamanan dan kenyamanan tergolong risiko tinggi. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengirimkan mereka ke Nusakambangan sebagai langkah tegas,” tambah Mashudi.
Dalam upaya ini, Mashudi berharap para warga binaan bisa berubah menjadi lebih baik. “Beberapa dari mereka yang sebelumnya masuk kategori high risk telah berhasil turun ke level pengamanan lebih rendah. Setelah enam bulan, mereka akan dievaluasi kembali. Jika ada perubahan positif, mereka bisa dipindahkan ke lapas dengan pembinaan yang lebih ringan,” pungkasnya.